Asahan - Tanjungbalai

Pra Rekonstruksi Siswa SMA Diduga Dianiaya dengan Sadis, Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat dan 2 Sipil Jadi Tersangka

662
×

Pra Rekonstruksi Siswa SMA Diduga Dianiaya dengan Sadis, Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat dan 2 Sipil Jadi Tersangka

Sebarkan artikel ini
Tiga tersangka dihadirkan di lokasi prarekontruksi kasus dugaan penganiayaan seorang siswa SMA di Asahan yang diduga dilakukan oleh Oknum Polisi berpangkat Ipda di Polres Asahan, Senin (17/3/2025). (PM/Gnr)

Berpindah ke lokasi ke-2, Bagol yang mengendarai sepeda motor matik sendiri, disusul oleh Siswoyo dan Ipda Ahmad Efendi menggunakan sepeda motor WR 155 untuk membubarkan kumpulan warga tersebut.

Dalam adegan 6, terlihat oknum polisi meletuskan tembakan ke udara sebanyak 3 kali saat melakukan pengejaran terhadap korban bersama empat rekannya.

Dalam prarekontruksi tersebut memperlihatkan, Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat Ipda Ahmad Efendi mengarahkan senjatanya ke atas.

Selanjutnya, berjarak dua Kilometer, salah seorang saksi Sahat Sagala melompat dari sepeda motor dan meninggalkan empat orang rekannya untuk sembunyi.

Hingga berita ini diterbitkan, proses pra-rekonstruksi masih berlangsung. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus ini.

Selain Kapolres Asahan, hadir pula di lokasi Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Pol Sumaryono, beserta tim penyelidik lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ekshumasi (pembongkaran kuburan) telah selesai dilakukan oleh tim forensik rumah sakit Bhayangkara TK II Medan terhadap jasad korban Pandu Brata Siregar (18) yang diduga di aniaya oleh oknum polisi Polsek Simpang Empat, Polres Asahan.

Pembongkaran makam siswa sekolah menengah atas (SMA) itu berlangsung setidaknya hampir empat jam.

Dokter forensik RS Bhayangkara TK II Medan, dr Ismurizal SpF mengaku menemukan beberapa keganjilan di jasad korban dengan adanya beberapa bercak merah.

“Sudah kita otopsi, sudah kita ambil semua dan kita lihat. Nanti dia dirangkum semua ya,” ungkap Dokter Forensik RS Bhayangkara TK II Medan, dr Itsmurizal, Minggu (16/3/2025).

Katanya, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan lebih lanjut hasil ekshumasi yang sudah dilakukannya bersama para tim.

“Kan dia sudah dikubur, kita lihatlah nanti. Ada memang seperti warna kemerahan gitu ya. Tapi, belum bisa kita simpulkan karena harus ada pemeriksaan tambahan,” katanya.

Saat disinggung soal adanya tanda-tanda keganjilan pada tubuh korban, Ismurizal mengakui ditemukan ada beberapa keganjilan pada tubuh korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *