Asahan - Tanjungbalai

Puluhan Layang–layang Ramaikan Perebutan Piala Bupati Asahan

16
×

Puluhan Layang–layang Ramaikan Perebutan Piala Bupati Asahan

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Asahan Rianto SH MAP memperlihatkan salah satu layang – layang milik peserta Festival Layang – Layang memperebutkan Piala Bupati Asahan yang digelar di Lapangan Sepak Bola, Desa Silo Baru, Kecamatan Silo Laut, Kamis (27/08/2026). (gan).

TERITORIAL24.COM, Asahan–Puluhan layang – layang jenis sindarin dan dimensi meramaikan Festival Layang – Layang memperebutkan piala Bupati Asahan. Festival layang – layang dibuka Wakil Bupati Asahan Rianto SH MAP itu digelar di Lapangan Sepak Bola, Desa Silo Baru, Kecamatan Silo Laut, Kamis (27/08/2026).

Festival tersebut mempertandingkan dua jenis layang – layang, masing – masing sindarin dan median. Even olah raga rekreasi dan masyarakat itu diikuti sebanyak 42 peserta yang berasal dari Asahan, Labuhan Batu Utara, Tanjung Balai dan Batu Bara.

Wakil Bupati Asahan Rianto SH MAP dalam sambutannya mengatakan, festival layang – layang merupakan salah satu momen untuk mengangkat dan melestarikan budaya tradisional Indonesia.

Sebab bermain layang-layang merupakan bagian dari pengalaman atau budaya masa kecil masyarakat Indonesia. Karena hampir setiap orang pernah bermain layang-layang, termasuk mengejar layang-layang yang terputus.

Rianto menambahkan, bermain layang – layang dapat menjadi sarana hiburan. Selain itu juga dapat dijadikan sebagai wadah olahraga, rekreasi serta pengembangan kreativitas masyarakat.

“Alhamdulillah, kegiatan kali ini diikuti peserta dari berbagai Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara, bahkan ada juga yang berasal dari tingkat nasional,” ungkapnya.

Rianto berpesan agar seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti perlombaan. Dan kepada tim penilai agar memerikan penilaian secara objektif, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Untuk para peserta, junjung tinggi sportivitas. Kepada tim penilai, lakukan penilaian dengan sebaik – baiknya, Kalau baik katakana baik, kalau tidak katakan tidak. Kita semua bangga dengan kegiatan ini,” katanya.

Rianto juga mengapresiasi lokasi pelaksanaan festival yang dinilai sangat mendukung kegiatan. Untuk itu dirinya mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk terus mengembangkan kreativitas sekaligus melestarikan budaya tradisional tersebut.

“Tempat dan lokasi ini bagus. Mari kita berkreativitas serta dapat melestarikan budaya tradisional yang baik di Asahan. Ini merupakan wujud rasa cinta kita semua terhadap budaya Indonesia,” pungkasnya sembari mengapresiasi kreativitas peserta yang menampilkan berbagai bentuk dan variasi layang-layang. (gan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *