TERITORIAL24.COM, MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengajak para peserta Program Pertukaran Pelajar Medan–Ipoh untuk menjadi agen perubahan yang terbuka terhadap keberagaman dan perbedaan.
Seruan itu disampaikan Rico saat menerima rombongan pelajar dari Bandar Raya Ipoh, Malaysia, di pendopo rumah dinas wali kota, Selasa, 24 Juni 2025.
Dalam suasana ramah tamah yang diawali dengan makan siang bersama, Rico menekankan pentingnya pemahaman lintas budaya bagi generasi muda.
“Medan adalah miniatur Indonesia. Beragam suku hidup di sini, termasuk Melayu yang juga ada di Malaysia,” ujarnya di hadapan pelajar Malaysia dan Indonesia, para guru pendamping, serta pejabat Pemerintah Kota Medan.
Menurut Rico, meski ada persamaan budaya antara kedua negara, perbedaan yang ada juga bisa menjadi pelajaran berharga.
Ia menyebut keberagaman suku, agama, dan adat istiadat di Kota Medan sebagai contoh bagaimana masyarakat bisa hidup rukun dan harmonis.
“Melalui program seperti ini, kita bisa belajar menghargai perbedaan sekaligus mengenali kelebihan yang dimiliki daerah lain. Dari sana, kita bisa memperbaiki yang kurang dan merawat yang sudah baik,” katanya.
Rico juga berpesan kepada pelajar Medan agar menjadi tuan rumah yang ramah bagi tamu dari negeri jiran. Ia berharap kunjungan pelajar Ipoh akan meninggalkan kesan mendalam dan mempererat hubungan antarmuda dari dua kota serumpun itu.
Sementara itu, Rosida, perwakilan dari Majelis Bandar Raya Ipoh yang mendampingi rombongan pelajar, mengungkapkan apresiasinya atas sambutan hangat dari Pemerintah Kota Medan.
“Sambutan ini benar-benar menyentuh hati kami,” katanya.
Ia berharap para pelajar dari Ipoh dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerap pengalaman dan pengetahuan dari lingkungan baru.
“Program ini bukan sekadar perjalanan, tapi pembelajaran yang seharusnya membentuk cara pandang baru,” ujarnya.
Program pertukaran pelajar Medan–Ipoh merupakan bagian dari kerja sama pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Malaysia.












