Di sektor keamanan, Rico menargetkan aktivasi 2.001 pos keamanan lingkungan (poskamling) guna memperkuat sistem keamanan masyarakat (siskamling).
Ia juga menyoroti pentingnya penerangan jalan di kawasan rawan untuk mencegah kecelakaan dan tindak kriminal.
Pada bidang sosial, Pemko Medan menargetkan penambahan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10.000 warga.
Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan harus tepat sasaran dan berbasis data.
Rico juga memberi perhatian serius terhadap persoalan kesehatan, khususnya kasus gizi buruk. Ia meminta jajaran terkait untuk aktif melakukan pendataan dan penanganan cepat.
“Tidak boleh ada lagi anak dengan gizi buruk di kota ini. Jika ditemukan, segera ditangani,” tegasnya.
Selain itu, Rico mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan keterampilan, penguatan UMKM, serta pemanfaatan platform digital agar pelaku usaha lokal dapat berkembang.
Menutup arahannya, Rico menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Jangan ada lagi pungli, jangan ada pelayanan berbelit. Kita harus bekerja dengan tulus dan penuh integritas,” pesannya.
Ia pun mengajak seluruh jajaran menjadikan momentum Idul Fitri sebagai awal semangat baru dalam membangun Kota Medan.
“Libur sudah selesai, mari kita tancap gas. Selesaikan pekerjaan yang tertunda dan bersama kita perbaiki Kota Medan,” pungkasnya.
Usai apel, Wali Kota dan Wakil Wali Kota bersama Sekda melakukan silaturahmi dan halal bihalal dengan seluruh ASN, pimpinan perangkat daerah, camat, dan lurah.(Anggi)












