Nasional

Satu WNI Tewas, Lainnya Luka: DPR RI Soroti Keamanan Pekerja Migran di Malaysia

608
×

Satu WNI Tewas, Lainnya Luka: DPR RI Soroti Keamanan Pekerja Migran di Malaysia

Sebarkan artikel ini
Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati.(foto: istimewa/Sarifudin Sinaga)

TERITORIAL24.COM, JAKARTA-Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati, menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam atas insiden penembakan yang menimpa Warga Negara Indonesia (WNI) di perairan Malaysia. Peristiwa ini mengakibatkan satu WNI meninggal dunia dan lainnya mengalami luka-luka.

Kurniasih menegaskan bahwa insiden ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan maksimal bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Ia juga mengapresiasi respons cepat pemerintah dalam menangani kejadian tersebut.

“Kami mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam memberikan perhatian terhadap peristiwa ini.”

“Respons sigap ini menunjukkan komitmen dalam melindungi dan menangani permasalahan yang melibatkan WNI di luar negeri, terutama pekerja migran,” ujar Kurniasih dalam keterangannya, Rabu (29/01).

Sebagai anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi ketenagakerjaan, Kurniasih mendorong pemerintah untuk memastikan perlindungan yang lebih baik bagi PMI di luar negeri.

Ia juga mengusulkan pembentukan joint task force antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia untuk melakukan investigasi bersama agar insiden ini dapat diusut tuntas secara transparan.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, terdapat dugaan bahwa korban merupakan WNI yang hendak keluar dari Malaysia dengan cara yang tidak sesuai prosedur.

Hal ini, menurut Kurniasih, menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap status PMI di negara tujuan.

Selain itu, Kurniasih menekankan pentingnya edukasi yang masif kepada Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) agar memahami prosedur keberangkatan resmi demi menjamin keselamatan mereka saat bekerja di luar negeri.

“Kami mendukung Kementerian P2MI untuk meningkatkan monitoring secara menyeluruh terhadap PMI di luar negeri.”

“Perlindungan yang sistematis harus menjadi prioritas, termasuk memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada CPMI.”

“Keberangkatan yang sesuai prosedur adalah langkah penting untuk mencegah risiko keselamatan bagi PMI,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *