Religi

Sejarah Masjid Darul Ihsan Diabadikan dalam Buku, Merawat Jejak Dakwah untuk Generasi

97
×

Sejarah Masjid Darul Ihsan Diabadikan dalam Buku, Merawat Jejak Dakwah untuk Generasi

Sebarkan artikel ini

Buku karya Muh Taufik HS menjadi ikhtiar mendokumentasikan perjalanan Masjid Darul Ihsan, kehidupan masyarakat Komplek BLP, serta merawat jejak dakwah untuk generasi mendatang.

Muh Taufik HS menyerahkan buku Sejarah Ringkas dan Profil Masjid Darul Ihsan kepada pengurus Masjid Darul Ihsan di Komplek BLP, Pangkalan Kerinci(Ist)

Prosesi penyerahan turut disaksikan Ketua BKM Darul Ihsan saat ini, H. Nur Rohmat, S.Ag., dan tokoh masyarakat H. Anas Susjanto.

Bagi umat, menjaga sejarah bukan sekadar mengingat masa lalu. Sejarah dapat menjadi cermin untuk mengambil pelajaran, menghargai jasa para pendahulu dan melanjutkan kebaikan yang telah mereka rintis.

Semangat tersebut selaras dengan prinsip Jasmerah, “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”.

Dalam kehidupan keislaman, masjid memiliki posisi penting. Masjid bukan hanya tempat menegakkan salat, tetapi juga menjadi tempat menuntut ilmu, mempererat ukhuwah dan membangun kepedulian terhadap sesama.

Karena itu, perjalanan sebuah masjid layak dicatat agar generasi setelahnya tidak hanya mewarisi bangunan, tetapi juga memahami nilai dan semangat yang melandasi berdirinya rumah ibadah tersebut.

Merawat Dakwah dan Ukhuwah

Buku yang ditulis Muh Taufik tersebut tidak hanya memuat sejarah singkat dan profil Masjid Darul Ihsan, tetapi juga mencatat perkembangan kehidupan masyarakat di Komplek BLP.

Keberagaman warga, kebersamaan dalam kehidupan sosial serta hubungan antara tokoh agama, pemerintah lingkungan dan masyarakat menjadi bagian dari perjalanan yang terdokumentasikan.

Kehidupan masyarakat yang dibangun atas semangat asah, asih dan asuh menjadi salah satu nilai yang diharapkan terus tumbuh.

Saling belajar, saling menyayangi dan saling membina menjadi fondasi penting dalam membangun lingkungan yang harmonis.

Dari sinilah masjid diharapkan terus memainkan perannya sebagai pusat pembinaan umat.

Majelis ilmu menjadi ruang untuk menumbuhkan pengetahuan, sementara ukhuwah menjadi kekuatan untuk menjaga persaudaraan.

Pengurus BKM dan tokoh masyarakat berharap buku tersebut dapat dibaca oleh lintas generasi, terutama generasi muda.

Mereka diharapkan mengenal sejarah masjid dan mengambil ibrah dari perjuangan masyarakat yang telah lebih dahulu membangun kehidupan keumatan di Komplek BLP.

Sebab, setiap kebaikan yang diwariskan dan dilanjutkan dapat menjadi amal yang terus memberi manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *