Generasi muda harus menyadari tanggung jawab besar yang ada di pundaknya, terlebih di tengah berbagai tantangan zaman yang sering kali menjauhkan kita dari identitas bangsa,” ujarnya.
Jihan juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ini.
Menurutnya, HMI tidak hanya berperan sebagai organisasi mahasiswa, tetapi juga sebagai penggerak sosial yang memiliki tanggung jawab untuk terus berkontribusi dalam membangun bangsa.
“Kami berharap, melalui kegiatan ini, HMI dapat menjadi jembatan yang menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan semangat kebangsaan.”
“Karena sejatinya, dua hal ini tidak bisa dipisahkan dalam konteks keindonesiaan,” tambahnya.
Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari berbagai pihak, termasuk masyarakat Kota Tebing Tinggi yang menyambut baik berbagai program yang dirancang.
Dengan tema besar yang diusung, HMI Komisariat (p) Lafran Pane Tebing Tinggi berkomitmen untuk menjadikan peringatan Milad ini sebagai langkah konkret dalam meneguhkan kembali identitas bangsa, yang kini mulai terkikis oleh pengaruh-pengaruh luar yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur.
Milad ke-78 HMI ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda,bahwa perjalanan bangsa ini tidak akan berarti tanpa pemahaman yang mendalam tentang nilai keislaman dan kebangsaan.
Jika generasi muda abai terhadap tanggung jawab ini, bukan tidak mungkin krisis identitas akan semakin meluas.***












