TANJUNGBALAI I TERITORIAL24.COM – Pengurus PWI Sumatera Utara, Yan Aswika, mendesak Polres Tanjungbalai menangani secara profesional laporan wartawan SIB, Pahala Sinaga, yang diduga menjadi korban kekerasan dan penghalangan tugas jurnalistik saat meliput dugaan penyimpangan penyaluran BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU Tuah 14.213.264, Jalan Arteri, Kota Tanjungbalai, Rabu (14/10) malam.
“Pahala Sinaga telah membuat laporan resmi. Penyidik Polres Tanjungbalai harus menindaklanjutinya secara profesional, termasuk memeriksa pelapor dan pihak terlapor agar persoalan ini terang dan mendapatkan kepastian hukum,” kata Yan Aswika di Tanjungbalai, Senin (19/10/2026).
Yan menegaskan, wartawan memiliki peran penting sebagai kontrol sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karena itu, kegiatan jurnalistik untuk mengungkap persoalan yang berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas maupun negara harus mendapat perlindungan sesuai ketentuan hukum.
Menurut dia, dugaan penyimpangan penyaluran BBM bersubsidi merupakan persoalan serius yang perlu mendapat perhatian aparat penegak hukum, mengingat BBM bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.
Ia juga menyoroti SPBU Tuah 14.213.264 yang disebut-sebut terkait dengan seorang oknum anggota DPRD Tanjungbalai berinisial IF. Namun, dugaan kepemilikan dan penyimpangan penyaluran BBM tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan pihak berwenang.
“Jangan sampai wartawan yang menjalankan tugas untuk kepentingan publik justru menghadapi intimidasi atau kekerasan. Dugaan ini harus diusut secara objektif dan transparan,” ujarnya.
Selain mendesak proses hukum atas laporan dugaan kekerasan tersebut, Yan meminta PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina Patra Niaga mengevaluasi operasional SPBU Tuah 14.213.264, termasuk kepatuhan terhadap prosedur penyaluran BBM bersubsidi dan ketentuan yang berlaku.
Ia menilai, evaluasi diperlukan untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan sesuai peruntukan serta mencegah praktik yang berpotensi merugikan masyarakat dan negara.












