Seorang lansia korban banjir menambahkan:
“Rumah saya tertimbun lumpur, saya hidup sendiri sekarang. Rasanya dunia runtuh di depan mata saya.
Tantangan di Lapangan
Evakuasi terhambat arus deras, debit air yang terus naik, dan longsor susulan. Beberapa desa masih sulit dijangkau kendaraan darat, sehingga bantuan baru tersalurkan sebagian. Tim SAR bekerja ekstra keras menghadapi risiko tinggi untuk menjangkau warga terisolasi di perbukitan dan bantaran sungai.
Ajakan Solidaritas
Pemerintah dan relawan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengutamakan keselamatan, dan membantu korban melalui lembaga terpercaya seperti BNPB, Palang Merah Indonesia, dan Dinas Sosial Provinsi Sumbar. Setiap uluran tangan, baik logistik maupun donasi, sangat berarti bagi mereka yang kehilangan segalanya.(Dioni)












