Deli Serdang - Serdang Bedagai

Suroan: Jejak Tradisi, Doa Awal Tahun, dan Rasa Syukur di Tanah Deli

317
×

Suroan: Jejak Tradisi, Doa Awal Tahun, dan Rasa Syukur di Tanah Deli

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, DELI SERDANG — Di tengah malam yang tenang, di Dusun 8 Desa Wonosari, Kecamatan Tanjung Morawa, puluhan warga berkumpul dengan pakaian tradisional, hidangan tumpeng, doa-doa yang mengalun, serta iringan musik tradisional Jawa.

Mereka tak sekadar memperingati datangnya 1 Suro, tetapi juga menghidupkan kembali ikatan spiritual, kebudayaan, dan jati diri. Inilah Kenduri Suroan, warisan yang tak lekang oleh zaman.

Bagi masyarakat Jawa, bulan Suro bukan sekadar penanda awal tahun dalam kalender Jawa.

Ia adalah waktu kontemplatif, penuh simbol, dan menjadi ruang untuk merenung, berdoa, dan bersyukur kepada Sang Pencipta. Di Deli Serdang, tradisi ini dirawat dengan khidmat dan penuh makna.

Wakil Bupati Deli Serdang, Lomlom Suwondo, yang hadir malam itu, menyebut Kenduri Suroan sebagai lebih dari sekadar seremoni tahunan.

“Ini momentum spiritual, budaya, dan sosial. Wujud syukur atas kehidupan, sekaligus bentuk pelestarian nilai-nilai luhur nenek moyang,” ujarnya dalam sambutannya di hadapan warga dan tokoh masyarakat, Minggu malam, 6 Juli 2025.

 

Menghidupkan Kearifan Lokal

 

Pemkab Deli Serdang, kata Lomlom, berkomitmen menjaga keberlangsungan tradisi seperti ini melalui program Evoria — singkatan dari Event Olahraga, Seni Budaya, dan Keagamaan.

Program ini menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, agar generasi muda mengenal, mencintai, dan mewarisi kekayaan budaya yang mereka miliki.

“Tradisi seperti Suroan harus hidup, bukan hanya untuk romantisme masa lalu, tapi untuk membentuk masa depan yang berakar pada kearifan lokal,” ujarnya.

Komitmen itu sejalan dengan visi besar Deli Serdang sebagai kabupaten yang sehat, cerdas, sejahtera, religius, dan berkelanjutan.

 

Peran Pemuda dan Organisasi Kultural

 

Di balik suksesnya perhelatan Suroan ini, ada peran organisasi pemuda Jawa, Pendawa. Di bawah kepemimpinan Sobirin, DPC Pendawa Deli Serdang menyulap peringatan Suro menjadi peristiwa budaya yang semarak.

Selain doa bersama, acara dirangkai dengan pertunjukan tari wayang orang dan pemberian tali asih kepada anak yatim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *