“Dan ini satu hal yang luar biasa.Karena untuk SPPG ini bisa melibatkan yayasan dengan kerja sama ke BUMD. Tentunya ini peluang baik, bagi pemerintah serta masyarakat. Saat ini beberapa kendala seperti ketidaktahuan proses pengajuan usulan SPPG, hingga pengadaan lahannya,” jelasnya.
Bobby juga mengapresiasi komitmen dari Pemerintah Pusat melalui BGN yang mempersiapkan belanja program MBG dengan perkiaraan Rp 7 Miliar hingga Rp 10 Miliar per tahun. Sehingga total target pelaksanaan program ini di Sumut hingga Rp 17,6 Triliun.
“Karena ini efeknya bukan hanya untuk anak kita saja, tetapi manfaatnya juga bisa dirasakan masyarakat. Program ini merupakan program utama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Mari kita sukseskan”. harapnya.
Sedang Kepala BGN Dadan Hindayana yang hadir dalam kegiatan penandatanganan MoU tersebut menyampaikan, bahwa jumlah estimasi SPPG di Sumut termasuk besar, Sehingga alokasi anggarannya juga cukup signifikan. Namun dirinya tetap optimis bahwa pendirian SPPG bisa tercapai di angka 1.762 hingga akhir tahun mendatang.
“Kami perkirakan akan ada 1.200 sampai 1.700-an SPPG. Sehingga uang yang akan mengalir ke Sumut, juga besar,” sebutnya.
Sedangkan untuk skema pelibatan pedagang kecil dalam menyediakan bahan baku untuk program MBG ke setiap SPPG, Dadan mengatakan, ada dua jenis mitra yang terlibat. Pertama sebagai penyelenggara SPPG. Kedua sebagai pemasok bahan baku, sehingga semua peluang tersebut sangat memungkinkan.(gan)












