Peristiwa

Tiga Hari Terendam, Warga Dusun 1 Paya Lombang Menanti Aksi Nyata Pemerintah

288
×

Tiga Hari Terendam, Warga Dusun 1 Paya Lombang Menanti Aksi Nyata Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Warga berharap banjir cepat surut, perhatian jangan ikut tenggelam

Unggahan seorang warga, Tengku Febi Rihana Azni, yang membagikan kondisi banjir melalui media sosial,Sabtu(29/11/2025)(foto:Tengku Febi Rihana Azni)

TERITORIAL24.COM,Serdang Bedagai-Sudah tiga hari air bercokol di halaman dan rumah warga Dusun 1 Desa Paya Lombang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai.

Genangan berubah warna, baju-baju tetap basah, dan aktivitas warga serba terbatas.

Yang belum berubah hanya satu: harapan agar pemerintah benar-benar datang, bukan sekadar singgah.

Suara itu muncul dari unggahan seorang warga, Tengku Febi Rihana Azni, yang membagikan kondisi banjir melalui media sosial,Sabtu(29/11/2025).

Videonya memperlihatkan halaman rumah yang telah menjelma seperti kolam tak berlisensi.

Warga meminta perhatian, bukan belas kasihan. Mereka ingin langkah konkret, bukan dokumentasi semata.

Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa sejumlah petugas sudah hadir untuk melihat kondisi lapangan.

Namun warga berharap kedatangan itu tak berhenti di balik lensa kamera.

Masyarakat membutuhkan tindak lanjut — logistik darurat, bantuan evakuasi, atau sekadar dialog langsung yang memberi kepastian.

“Warga hanya berharap air tak lebih lama dari harapan. Dan berharap bantuan tak lebih lambat dari banjir itu sendiri,” demikian kira-kira pesan yang ingin disampaikan pengunggah.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penanganan banjir di wilayah tersebut.

Meski begitu, warga tetap membuka pintu — bukan untuk air yang terus naik, tetapi untuk langkah cepat dari pemangku kebijakan.

Curah hujan tinggi diduga menjadi pemicu banjir, diperparah dengan kondisi permukaan tanah yang rendah sehingga air tak kunjung surut.

Situasi ini membuat masyarakat semakin berharap pada akselerasi penanganan dari instansi terkait.

Satu hal yang pasti: warga Desa Paya Lombang tak menuntut banyak. Mereka hanya ingin banjir surut, dan perhatian pemerintah tidak ikut hanyut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *