Olahraga

Usai Main Bola, Mantan Paguyuban PSDS Gelar Aksi Donor Darah

81
×

Usai Main Bola, Mantan Paguyuban PSDS Gelar Aksi Donor Darah

Sebarkan artikel ini

Asrul berharap aksi donor darah tersebut dapat dilakukan secara rutin dan menjadi inspirasi bagi komunitas olahraga maupun masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menginspirasi kalangan pecinta sepak bola maupun masyarakat luas untuk turut peduli dan menyumbangkan darah secara sukarela,” ujarnya.

Menurutnya, aksi tersebut juga menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kesetiakawanan yang tumbuh di lapangan hijau dapat diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial.

“Aksi ini sekaligus membuktikan bahwa semangat kesetiakawanan yang tumbuh di lapangan hijau dapat berlanjut menjadi kebaikan yang bermanfaat bagi banyak orang,” pungkasnya.

 

17 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan

 

Dokter penanggung jawab UTD RSUD Drs. H. Amri Tambunan, dr. Rini Rahmayani, menjelaskan setiap calon pendonor terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan kadar hemoglobin (HB).

Calon pendonor yang memenuhi persyaratan kesehatan kemudian dapat melanjutkan ke tahapan donor darah.

Dari sekitar 20 orang yang mendaftarkan diri, sebanyak 17 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil mendonorkan darah. Sementara tiga calon pendonor lainnya tidak dapat mengikuti proses donor setelah menjalani pemeriksaan awal.

Rini menjelaskan, darah yang telah didonorkan tidak langsung diberikan kepada pasien. Darah tersebut terlebih dahulu menjalani proses skrining untuk memastikan keamanannya.

“Darah yang sudah didonor akan diskrining, HIV, HCV, sifilis, HBsAg. Setelah diperiksa dan hasilnya negatif serta dinyatakan layak, baru darah tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasien di rumah sakit,” jelasnya.

Ia mengapresiasi inisiatif Mantan Paguyuban PSDS yang menggelar kegiatan donor darah tersebut.

Rini berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, idealnya setiap tiga bulan sekali, sehingga dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *