Sumatera Utara

Wagub Sumut Apresiasi 54 Tahun Basarnas, Dorong Penguatan Layanan SAR

172
×

Wagub Sumut Apresiasi 54 Tahun Basarnas, Dorong Penguatan Layanan SAR

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengapresiasi pengabdian Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang memasuki usia ke-54 tahun.

Ia mendorong penguatan layanan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di tengah meningkatnya risiko kebencanaan.

Pernyataan itu disampaikan Surya saat mengikuti Sarasehan Penguatan Basarnas dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-54 Basarnas secara virtual dari Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis, 12 Februari 2026.

“Avignam Jagat Samagram, jayalah terus Basarnas. Semoga di usia ke-54 ini, Basarnas dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata Surya usai mengikuti sarasehan.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan lembaganya telah melaksanakan sedikitnya 2.200 operasi pencarian dan pertolongan, baik di dalam maupun luar negeri.

Menurut dia, tantangan ke depan semakin berat karena Indonesia berada pada peringkat ketiga negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia, termasuk potensi gempa megathrust.

“Melalui sarasehan ini, kita menciptakan ruang dialog terbuka untuk memperkuat sinergi demi memajukan layanan SAR di Indonesia. Untuk itu, kita membutuhkan dukungan dan masukan untuk memperkuat Basarnas ke depan,” ujar Syafii.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menekankan pentingnya dukungan infrastruktur dan anggaran.

Ia menyebut meningkatnya intensitas bencana menuntut respons yang lebih cepat dari pemerintah dan Basarnas.

Menurut Pratikno, penguatan internal perlu dilakukan secara masif, antara lain melalui pengadaan alat utama sistem persenjataan berupa ratusan helikopter dan kapal baru, rekrutmen personel, serta pembangunan aset mandiri.

Ia juga menyoroti pentingnya integrasi teknologi, terutama pembaruan sistem komunikasi sebagai penunjang komando.

“Teknologi komunikasi adalah investasi nyawa yang terselamatkan,” kata Pratikno.

Anggota I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nyoman Adhi Suryadnyana menilai perlu pembentukan dana kontingensi khusus untuk situasi darurat serta penyederhanaan birokrasi dalam pengelolaan anggaran kebencanaan agar lebih efektif dan efisien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *