Selain penguatan karakter, pendidikan juga menerapkan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan.
Melalui sistem tersebut, peserta didik didorong mampu berpikir analitis, menyelesaikan persoalan, bekerja sama, memanfaatkan teknologi, serta mengambil keputusan secara cepat dan bertanggung jawab.
Dalam amanat yang dibacakannya, Brigjen Sonny juga mengingatkan para peserta didik agar menjaga keimanan, meningkatkan disiplin, memperkuat solidaritas, serta menghormati tenaga pendidik selama mengikuti seluruh rangkaian pendidikan.
Di sisi lain, ia menegaskan kepada seluruh kepala SPN, tenaga pendidik, instruktur, dan pengasuh agar menyelenggarakan pendidikan secara profesional serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
“Pendidikan yang keras tidak harus kasar. Latihan yang berat tidak boleh kehilangan martabat. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam. Tekanan latihan harus memperkuat daya juang, bukan merusak fisik dan mental peserta didik,” tegas Sonny saat membacakan amanat Kalemdiklat Polri.
Melalui pendidikan ini, Wakapolda Sumut berharap lahir personel Bintara Polri yang memiliki moral dan integritas kuat, adaptif terhadap perkembangan teknologi, profesional dalam menjalankan tugas, serta mampu menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin berkualitas dan dipercaya masyarakat.(Akbar)












