TERITORIAL24.COM, Asahan– Wakil Bupati Asahan Rianto SH, MAP mendorong pembinaan talenta – talenta pesepakbola muda lewat kejuaraan atau turnamen mini soccer. Hal dikatakan Rianto SH, MAP dalam arahannya diacara penutupan turnamen Mini Soccer Championship Kapolres Asahan Cup 2026 untuk katergori pelajar SD, SMP dan SMA/sederajat di Stadion Mutiara Kisaran, Minggu (16/08/2026).
Selain mengapresiasi kinerja panitia dan antusiasme peserta, dikesempatan itu Rianto yang juga berpesan agar turnamen sepak bola itu tidak berhenti sampai disitu saja. Diharapkannya, pelaksanaan turnamen sepak bola itu lebih dikembangkan dengan menggunakan system pembagian zona atau diwilayah masing – masing. Dengan system tersebut, diharapkan keinginan untuk proses penjaringan talenta muda dapat lebih efektif.
Rianto menambahkan, talenta – talenta terbaik Asahan dari cabang olah raga itu suatu saat mampu memperkuat tim Nasional Indonesia. Untuk itu dia mengajak generasi muda untuk terus berprestasi sesuai bidang yang diminati, khususnya melalui kegiatan olahraga yang positif.
“Berprestasi lah di bidang apa saja yang kalian sukai. Semoga kegiatan positif seperti ini membuat anak-anak kita tidak terpengaruh terhadap peredaran gelap narkoba maupun kenakalan geng motor,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Turnamen Mini Soccer Championship Kapolres Asahan Cup 2026 Muhammad Siddik diawal laporannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, official, wasit, dan pihak yang telah mendukung kegiatan. Menurutnya, turnamen tersebut akan menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda di Asahan sekaligus wadah untuk menyalurkan bakat dan kegiatan positif bagi anak-anak.
Dipaparkannya, Turnamen Mini Soccer Championship Kapolres Asahan Cup 2026 tersebut berlangsung selama lima hari dari tanggal 12 hingga 16 Agustus 2026 dan diikuti sebanyak 121 tim dari berbagai tingkatan pendidikan. Turnamen tersebut merupakan hasil kolaborasi Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Asahan dengan Polres Asahan dalam rangka langkah bersama dalam memutus mata rantai kriminalitas serta menjauhkan generasi muda dari kegiatan negatif, termasuk geng motor.












