TERITORIAL24.COM,SHIZUOKA-Wali Kota Ito, Makiko Takubo (田久保真紀),akhirnya mengakui bahwa ijazah universitas yang diklaim berasal dari Universitas Toyo tidak sah.
Pengakuan tersebut memicu gelombang kritik dan dorongan publik agar ia segera mundur dari jabatannya.
Dikutip dari Asahi Shimbun dan TV Asahi News, Komite Khusus Dewan Kota Ito (百条委員会) telah meminta Takubo menyerahkan salinan resmi ijazahnya, Minggu(13/7/2025).
Namun hingga kini, dokumen tersebut belum diserahkan secara resmi, meskipun ia sempat menunjukkannya kepada media pada konferensi pers awal Juni.
“Saya sungguh percaya bahwa saya telah menyelesaikan pendidikan saya.”
“Baru pada akhir Juni saya mendapatkan konfirmasi bahwa saya tidak benar-benar lulus,” ujar Takubo saat menyampaikan permintaan maafnya kepada publik.
Pihak Universitas Toyo telah membenarkan bahwa nama Takubo tidak tercatat dalam daftar alumni resmi.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa dokumen akademik yang diklaim Takubo sebagai ijazah merupakan pemalsuan.
Takubo dilantik sebagai wali kota pada Mei 2024, namun skandal ini membuat masa jabatannya terancam sangat singkat.
Ia menyatakan akan mundur secara resmi dan membuka peluang untuk maju kembali dalam pemilihan wali kota mendatang.
Kasus ini menjadi sorotan nasional di Jepang dan kembali menyoroti pentingnya verifikasi latar belakang pendidikan dalam pencalonan pejabat publik.***












