Asahan - Tanjungbalai

Wali Kota Tanjungbalai Pimpin Upacara Hari Pahlawan Tahun 2025

68
×

Wali Kota Tanjungbalai Pimpin Upacara Hari Pahlawan Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2025 yang digelar di Alun-alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, Senin (10/11/2025).(ham/ist)

TERITORIAL24.COM, Tanjungbalai— Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2025 yang digelar di Alun-alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, Senin (10/11/2025).

Upacara berlangsung khidmat dan penuh makna, dihadiri oleh Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung, para kepala OPD, organisasi kemasyarakatan (Ormas), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta perwakilan organisasi pemuda, TNI, Polri, partai politik, ASN, PPPK, Kwarcab Pramuka, para siswa, dan kepala lingkungan se-Kota Tanjungbalai.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Mahyaruddin membacakan amanat seragam Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, yang berisi ajakan kepada seluruh masyarakat untuk mengenang dan meneladani jasa para pahlawan bangsa.

“Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa,” ujar Mahyaruddin saat membacakan amanat Mensos.

Ia menegaskan, para pahlawan bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, tetapi merupakan cahaya yang menerangi perjalanan bangsa hingga kini. Semangat perjuangan mereka dari berbagai penjuru negeri menjadi teladan bagi generasi penerus dalam menjaga kemerdekaan dan memperjuangkan keadilan.

Dalam amanat tersebut, Wali Kota juga menyampaikan tiga nilai keteladanan utama yang dapat dipetik dari perjuangan para pahlawan, yakni kesabaran, pengabdian tanpa pamrih, dan pandangan jauh ke depan.

“Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, melainkan ditempa oleh waktu dan keikhlasan,” ujarnya.

Mahyaruddin menambahkan, para pahlawan sejati tidak berebut jabatan atau menuntut balasan setelah kemerdekaan diraih. Mereka justru kembali ke tengah masyarakat untuk mengajar, membangun, dan mengabdi.

“Di situlah letak kehormatan sejati: bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *