Ia menambahkan, panitia juga menerapkan mekanisme koordinasi peliputan agar aktivitas jurnalistik tetap berjalan selaras dengan kelancaran penyelenggaraan kegiatan.
Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Pemprov Sumut Saifullah Defaza mengatakan sebanyak 115 wartawan yang tergabung dalam FWP siap mengawal publikasi PRSU selama hampir satu bulan penyelenggaraan.
Untuk menjaga efektivitas peliputan, FWP bersama Dinas Kominfo Sumut dan panitia menerapkan sistem piket harian. Setiap hari, sebanyak 10 wartawan dijadwalkan bertugas mulai pukul 09.00 WIB hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada malam hari.
Melalui pola tersebut, seluruh agenda, mulai dari kegiatan pemerintahan, pameran pembangunan, hiburan, promosi UMKM, hingga berbagai atraksi masyarakat dapat terdokumentasikan dan dipublikasikan secara berkesinambungan.
“Wartawan yang bertugas menggunakan ID Card resmi PRSU sehingga koordinasi di lapangan lebih tertib dan efektif. Sistem piket ini juga membuat cakupan pemberitaan menjadi lebih luas karena setiap hari ada tim yang fokus melakukan peliputan,” ujar Saifullah.
Ia menilai sinergi antara Dinas Kominfo Sumut, penyelenggara PRSU, dan insan pers menjadi bentuk kolaborasi yang saling menguatkan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Boleh dikatakan, selama PRSU berlangsung hampir tidak ada hari tanpa kehadiran wartawan di arena. Sejak pagi hingga menjelang tengah malam, rekan-rekan media hadir mengikuti berbagai kegiatan sehingga masyarakat memperoleh informasi yang lengkap mengenai perkembangan PRSU ke-50,” katanya.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan informasi mengenai PRSU, tetapi juga memperkuat citra Sumut sebagai daerah yang mampu menyelenggarakan pesta rakyat berskala besar dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Dalam hal ini, insan pers menjadi mitra strategis pemerintah dan penyelenggara dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat kepada masyarakat. (Akbar)












