TERITORIAL24.COM,JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban insiden tragis terlindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Rabu (27/8/2025).
Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, menilai peristiwa tersebut sebagai tragedi besar yang melukai rasa keadilan masyarakat.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum Affan Kurniawan.”
”Semoga Allah SWT menerima amal ibadah beliau, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Kholid dalam keterangan resminya, Kamis (28/8/2025).
PKS Desak Penegakan Hukum Transparan
PKS menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh berhenti hanya dengan permintaan maaf dari Kapolri.
Menurut Kholid, harus ada penegakan hukum yang adil, transparan, dan tegas terhadap anggota kepolisian yang terlibat.
“Kehilangan nyawa seorang warga negara bukanlah perkara sepele. Aparat penegak hukum harus menunjukkan keberpihakan dengan menegakkan keadilan seadil-adilnya.”
”Tidak boleh ada impunitas bagi siapapun yang lalai atau bersalah,” tegas Kholid, yang juga Anggota Komisi III DPR RI.
PKS meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengusut tuntas insiden ini serta memberikan sanksi hukum yang setimpal.
Dorongan Pendekatan Humanis Aparat
Selain itu, PKS juga mendesak agar aparat penegak hukum lebih mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, dan humanis dalam mengawal aksi unjuk rasa di masa mendatang.
”Aparat bukan hanya penjaga ketertiban dan keamanan, mereka adalah pelindung rakyat.”
” Jangan sampai cara-cara represif yang berlebihan justru merusak kepercayaan publik.”
”Polisi harus hadir melindungi warga negara, bukan melukai apalagi sampai menghilangkan nyawa warga,” tambah Kholid.
PKS menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa menjaga keselamatan masyarakat adalah mandat konstitusional dan panggilan moral yang harus dijunjung tinggi oleh setiap aparat negara.***












