Nasional

Fikom Unitomo Angkat Hilirisasi Kelapa sebagai Role Model Penguatan Ekonomi Daerah

261
×

Fikom Unitomo Angkat Hilirisasi Kelapa sebagai Role Model Penguatan Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, SURABAYA — Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) kembali menunjukkan perannya sebagai ruang dialog strategis yang membahas isu-isu pembangunan daerah.

Melalui Diskusi Strategis bertema “Hilirisasi Kelapa Sebagai Role Model Penguatan Ekonomi Daerah”, Fikom Unitomo menyoroti potensi besar komoditas kelapa sebagai pendorong ekonomi lokal.

Acara berlangsung di Auditorium RM Soemantri, Kampus Unitomo Surabaya, Selasa (26/11/2025).

Diskusi ini menghadirkan tiga tokoh kunci: Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si.; Guru Besar Teknologi Pangan Prof. Dr. Ir. Fadjar K Hartati, M.P.; serta Rektor Unitomo Prof. Siti Marwiyah, S.H., M.H.

Seluruh pembicara sepakat bahwa hilirisasi kelapa dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing daerah di pasar global.

Dalam pemaparannya, Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua menegaskan perlunya keberanian kebijakan untuk mengamankan bahan baku industri. Peraturan Daerah (Perda) yang melarang ekspor kelapa mentah, ujarnya, telah menjadi titik balik penting.

Kebijakan ini tidak hanya menarik investasi industri pengolahan, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani.

“Harga kopra sempat merangkak naik hingga Rp25.000 per kilogram setelah industri hilir hadir,” ungkap Babua.

Ia menekankan bahwa nilai terbesar dari hilirisasi bukan sekadar bertambahnya volume ekspor, tetapi terbentuknya multiplier effect bagi masyarakat.

“Industri yang hadir hari ini bukan hanya menghasilkan produk ekspor, tetapi juga menyerap tenaga kerja, menciptakan persaingan harga yang sehat, dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Guru Besar Teknologi Pangan, Prof. Dr. Ir. Fadjar K Hartati, menyambut baik langkah Halmahera Utara yang menahan ekspor bahan mentah demi mendorong pengembangan produk turunan.

Ia menyebut kelapa sebagai pohon kehidupan karena seluruh bagiannya memiliki nilai jual.

Kebijakan hilirisasi terbukti mampu melahirkan inovasi pangan, mulai dari santan cair, santan bubuk, coconut milk, hingga Virgin Coconut Oil (VCO).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *