“Kebijakan ini adalah langkah cerdas untuk menghentikan kerugian ekonomi akibat ekspor bahan mentah dan memaksa lahirnya inovasi pangan,” tegas Prof. Fadjar.
Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah, menegaskan komitmen kampus dalam mendukung agenda hilirisasi melalui penelitian dan pengabdian masyarakat.
Unitomo siap mengerahkan kekuatan delapan fakultas yang dimilikinya untuk mendorong pengembangan SDM dan riset terapan.
“Kami siap terlibat, termasuk melalui program pengabdian dan KKN Tematik yang bersinergi langsung dengan kebutuhan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara,” tuturnya.
Acara ditutup dengan penandatanganan MoU dan MoA antara Unitomo dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara beserta dinas terkait. Penandatanganan ini meneguhkan kerja sama jangka panjang dalam menjadikan hilirisasi kelapa sebagai agenda pembangunan berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan dukungan akademisi, pemerintah daerah, dan industri, hilirisasi kelapa diharapkan menjadi model nasional dalam mengangkat ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan.(didik)












