Nasional

Kami Datang Bukan untuk Dikenang, Tetapi untuk Meringankan Beban

409
×

Kami Datang Bukan untuk Dikenang, Tetapi untuk Meringankan Beban

Sebarkan artikel ini

Klub Olahraga Menembak Gladiator Serdang Bedagai Hadir Menyapa Luka Warga Aceh Tamiang

Dipimpin langsung oleh ketuanya, SJ Amri, para anggota Gladiator menempuh perjalanan panjang untuk menjangkau masyarakat terdampak di Aceh Tamiang(foto:Dok.Gladiator)

TERITORIAL24.COM,ACEH TAMIANG-Di antara sisa lumpur, rumah-rumah yang rusak, dan wajah-wajah lelah warga pascabencana, sekelompok orang datang membawa lebih dari sekadar bantuan.

Mereka membawa kepedulian, kehadiran, dan harapan. Mereka adalah Gladiator, klub olahraga menembak asal Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Dipimpin langsung oleh ketuanya, SJ Amri, para anggota Gladiator menempuh perjalanan panjang untuk menjangkau masyarakat terdampak di Aceh Tamiang.

Bantuan logistik yang mereka bawa mungkin tidak mampu menghapus seluruh luka, tetapi setidaknya menjadi penanda bahwa para korban tidak sendiri.

“Kami datang bukan untuk dikenang, tetapi untuk meringankan beban,” ujar Amri dengan nada tentang ,Sabtu(13/12/2025).

“Kami adalah klub olahraga, tetapi kami juga manusia. Dan sebagai manusia, kami tidak boleh berpaling ketika saudara-saudara kami sedang kesulitan.”

Ketua Gladiator,SJ Amri

Bagi Gladiator, olahraga menembak bukan hanya soal ketepatan sasaran dan ketenangan tangan.

Lebih dari itu, olahraga mengajarkan disiplin, fokus, dan pengendalian diri.nilai-nilai yang justru diuji saat berhadapan dengan penderitaan orang lain. Nilai itulah yang mendorong klub ini turun langsung ke lokasi bencana.

Saat bantuan dibagikan, anggota Gladiator tak sekadar menyerahkan paket logistik.

Mereka menyapa warga, mendengarkan cerita kehilangan, dan berbagi pelukan sunyi yang tak jarang lebih berarti daripada kata-kata.

Anak-anak yang sempat terdiam mulai tersenyum, sementara para orang tua perlahan merasa diperhatikan.

Bantuan yang disalurkan berasal dari iuran anggota serta dukungan para donatur yang mempercayakan amanahnya melalui Gladiator.

Amri menegaskan, setiap titipan itu dijaga dengan penuh tanggung jawab. “Kami hanya perantara. Yang bekerja sesungguhnya adalah niat baik banyak orang,” katanya.

Di tengah keterbatasan, kehadiran Gladiator menjadi pengingat bahwa solidaritas tidak mengenal batas profesi atau komunitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *