Polhukam

Difitnah Lakukan Penamparan, Abdul Rahim Siregar Tegaskan: Tidak Ada Kekerasan, Tamu Pelantikan Justru Diserang

163
×

Difitnah Lakukan Penamparan, Abdul Rahim Siregar Tegaskan: Tidak Ada Kekerasan, Tamu Pelantikan Justru Diserang

Sebarkan artikel ini

Bantah Tuduhan Penamparan, Abdul Rahim Sebut Insiden Dipicu Penyerangan oleh Kelompok Tertentu

TERITORIAL24.COM,Medan-Ketua Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAKAMMI) Sumatera Utara, Abdul Rahim Siregar, yang juga merupakan anggota DPRD Sumatera Utara, memberikan klarifikasi tegas terkait pemberitaan yang menyebut dirinya melakukan tindakan penamparan dalam insiden pada acara pelantikan KAKAMMI Sumut yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Ahad (19/4/2026).

Menyikapi pemberitaan itu, Ketua Forum Masyarakat Dalihan Na Tolu (FORMADANA) tersebut secara tegas memberikan klarifikasi dan membantah tudingan yang beredar.

Dalam keterangannya, Abdul Rahim membantah seluruh tudingan tersebut dan menyebut informasi yang disampaikan oleh Irham Sadani Rambe tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Tidak ada penamparan seperti yang dituduhkan. Itu tidak benar. Yang terjadi justru adanya penyerangan oleh sekelompok pihak terhadap tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut,” tegasnya.

Abdul Rahim menjelaskan, tidak pernah ada kesepakatan terkait larangan mengundang pihak tertentu, termasuk dari Pengurus Pusat maupun Pengurus Wilayah KAMMI.

Menurutnya, dalam pertemuan sebelumnya dengan Irham Sadani Rambe dan Mangaraja Harahap, dirinya hanya mengakomodasi keberatan terkait pelantikan PW KAMMI Sumut.

“Saya hanya menyanggupi agar pelantikan PW KAMMI Sumut ditiadakan. Itu pun sebagai bentuk itikad baik, meskipun sebenarnya mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengatur kegiatan kami,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan yang berlangsung saat itu murni berupa halalbihalal dan pelantikan KAKAMMI Sumut, tanpa agenda pelantikan PW KAMMI.

Abdul Rahim menyayangkan insiden kericuhan yang terjadi di tengah acara yang sebelumnya berlangsung tertib dan khidmat.

Ia menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap dewasa dalam menyelesaikan perbedaan.

“Acara ini dihadiri banyak tokoh penting, termasuk pejabat pemerintah daerah dan elemen masyarakat. Sangat disayangkan jika perbedaan justru diselesaikan dengan cara yang merusak suasana,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *