TERITORIAL24.COM, MEDAN – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara resmi membuka Pekan Olahraga dan Rohani (POR) Tahun 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Bola Mapolda Sumut, Selasa (2/6/2026), dibuka langsung oleh Kapolda Sumut, Whisnu Hermawan Februanto.
Pembukaan POR Tahun 2026 dihadiri pejabat utama Polda Sumut, para kapolres jajaran, serta ribuan personel yang akan mengikuti berbagai cabang olahraga dan perlombaan rohani. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus memperkuat soliditas dan kebersamaan di lingkungan Polri.
Dalam amanatnya, Kapolda Sumut menegaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Melalui kegiatan olahraga dan rohani, diharapkan seluruh personel dapat memperkuat semangat kebersamaan, meningkatkan kualitas diri, serta memperkokoh komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sebanyak 2.768 personel dari 32 satuan kerja Polda Sumut dan 29 Polres jajaran ambil bagian dalam Pekan Olahraga dan Rohani tahun ini.
Mereka akan berkompetisi dalam berbagai cabang yang telah disiapkan panitia dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas dan persaudaraan.
Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi sepak bola, bola voli, tenis lapangan, bulu tangkis, serta uji kesamaptaan jasmani.
Sementara di bidang rohani, peserta akan mengikuti lomba Tilawatil Qur’an dan Vocal Group Rohani sebagai sarana memperkuat nilai-nilai spiritual dan keimanan.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Polda Sumut juga melakukan pembenahan dan renovasi sejumlah fasilitas olahraga.
Beberapa sarana yang telah diperbarui antara lain lapangan sepak bola, GOR Bola Voli Brimo Presisi, GOR Bulutangkis Mandiri Presisi, Lapangan Tenis Tunggal Panaluan, jogging track, hingga fasilitas kebugaran lainnya.
Kapolda menyampaikan bahwa peningkatan sarana olahraga tersebut merupakan bentuk perhatian institusi terhadap kesehatan dan kebugaran personel. Menurutnya, personel Polri dituntut memiliki kondisi fisik yang prima agar mampu menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman masyarakat secara optimal.












