TERITORIAL24.COM,SERDANG BEDAGAI – Menghadapi tantangan ekonomi global yang kian berat, umat Islam dituntut memiliki ketahanan mental dan spiritual yang kokoh.
Hal ini menjadi sorotan utama dalam khutbah Jumat yang disampaikan oleh pembicara sekaligus tokoh pendidik, Ustadz Yanda Hardiyansah, A.Md, S.Pd.
Beliau menyampaikan pesan menyejukkan tersebut di hadapan jamaah Masjid Al Hidayah, Desa Paya Pinang, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (12/6/2026).
Dalam khutbahnya, Ustadz Yanda Hardiyansah membedakan respons yang harus diambil masyarakat dalam dua kapasitas: sebagai seorang Muslim yang taat dan sebagai warga negara Indonesia yang kritis.
5 Sikap Muslim Hadapi Krisis Menurut Ustadz Yanda
Menurut Ustadz Yanda, gejolak ekonomi, inflasi harga bahan pokok, dan sulitnya lapangan pekerjaan merupakan ujian sekaligus momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Beliau merumuskan lima sikap utama yang wajib dimiliki seorang Muslim saat menghadapi situasi sulit saat ini:
1. Yakin dengan Jaminan Rezeki Allah (Tauhid)
Menanamkan keyakinan penuh bahwa Allah SWT telah menjamin porsi setiap makhluk-Nya.
2. Mengelola Keuangan dengan Bijak
Mengatur pengeluaran dan prioritas keuangan secara cerdas (ikhtiar rasional).
3. Kreatif dan Tidak Mudah Menyerah
Memiliki etos kerja tinggi dan inovatif dalam mencari peluang hidup.
4. Bersyukur dan Qanaah
Menerima ketentuan Allah dengan lapang dada agar hati tetap tenang.
5. Memperbanyak Istighfar dan Doa
Mendekatkan diri secara spiritual untuk membuka kembali pintu-pintu rezeki.
Sikap Kritis Warga Negara Menurut Ustadz Yanda
Selain menekankan aspek religius, Ustadz Yanda Hardiyansah juga memberikan pandangan sosiopolitis yang berimbang dan berani.

Beliau mengajak jamaah untuk bisa membedakan sikap spiritual sebagai Muslim dan sikap kritis sebagai warga negara Indonesia.
Beliau menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi, masukan, maupun kritik terhadap kebijakan ekonomi bukanlah hal yang dilarang, melainkan wujud kepedulian terhadap bangsa.












