Religi

Belajar dari Dzulqarnain: Kekuasaan Itu Amanah, Bukan Tujuan

61
×

Belajar dari Dzulqarnain: Kekuasaan Itu Amanah, Bukan Tujuan

Sebarkan artikel ini

Oleh: Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A.

Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A. menyampaikan kajian tentang pelajaran kepemimpinan dari kisah Raja Dzulqarnain yang diabadikan dalam QS. Al-Kahfi ayat 83–98(Istimewa)

TERITORIAL24.COM,MEDAN – Kisah Raja Dzulqarnain dalam QS. Al-Kahfi ayat 83–98 menyimpan pelajaran besar tentang kekuasaan dan kepemimpinan. Ia bukan hanya dikenal sebagai penguasa yang kuat, tetapi juga sebagai sosok yang menggunakan kekuasaan, ilmu, dan kemampuannya untuk menegakkan keadilan serta melindungi masyarakat.

Dzulqarnain merupakan seorang raja yang diberi Allah SWT kekuasaan di muka bumi dan berbagai jalan untuk mencapai tujuannya. Namun, kekuasaan itu tidak digunakan untuk kesombongan atau kepentingan pribadi.

Kisahnya menjadi pengingat bagi siapa pun yang memiliki jabatan, harta, ilmu, pengaruh, bahkan kepemimpinan dalam lingkup terkecil sekalipun: punya kuasa berarti punya tanggung jawab.

Kekuasaan adalah Ujian

Allah SWT memberikan Dzulqarnain kedudukan dan kekuasaan di muka bumi. Namun, kekuasaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Dzulqarnain menggunakan kekuasaannya untuk menegakkan keadilan. Ia bersikap tegas terhadap orang yang berbuat zalim dan memberikan perlakuan baik kepada mereka yang beriman serta beramal saleh.

Dari sini terdapat pelajaran penting bahwa jabatan, kekayaan, dan pengaruh merupakan ujian. Semuanya dapat digunakan untuk menghadirkan kebaikan, tetapi juga dapat menjadi jalan menuju kezaliman apabila disalahgunakan.

Pemimpin yang baik tidak boleh tebang pilih. Keadilan harus berdiri di atas kebenaran, bukan kepentingan pribadi, kelompok, atau hawa nafsu.

Ilmu dan Kekuatan Harus Menjadi Solusi

Dalam perjalanannya, Dzulqarnain bertemu dengan suatu kaum yang meminta perlindungan dari ancaman Ya’juj dan Ma’juj. Mereka menawarkan imbalan agar Dzulqarnain membangun penghalang yang dapat melindungi mereka.

Dzulqarnain tidak mengabaikan keluhan masyarakat tersebut. Ia hadir membawa solusi.

Inilah salah satu pelajaran besar dari kisah Dzulqarnain. Orang yang memiliki ilmu, kemampuan, jabatan, kekayaan, atau pengaruh seharusnya menggunakan kelebihan tersebut untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Kekuatan sejati bukan hanya kemampuan untuk menguasai, tetapi juga keberanian untuk melindungi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *