Religi

Belajar dari Dzulqarnain: Kekuasaan Itu Amanah, Bukan Tujuan

63
×

Belajar dari Dzulqarnain: Kekuasaan Itu Amanah, Bukan Tujuan

Sebarkan artikel ini

Oleh: Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A.

Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A. menyampaikan kajian tentang pelajaran kepemimpinan dari kisah Raja Dzulqarnain yang diabadikan dalam QS. Al-Kahfi ayat 83–98(Istimewa)

Menolak Imbalan, Mengajak Gotong Royong

Ketika masyarakat menawarkan imbalan, Dzulqarnain tidak menjadikan kesulitan mereka sebagai kesempatan untuk memperkaya diri.

Ia mengatakan bahwa apa yang telah diberikan Allah kepadanya jauh lebih baik. Namun, Dzulqarnain tetap meminta masyarakat membantu dengan tenaga dan kekuatan mereka.

Sikap tersebut memberikan pelajaran tentang pentingnya gotong royong dalam pembangunan.

Pemimpin yang amanah tidak memanfaatkan proyek untuk kepentingan pribadi. Namun, masyarakat juga tidak hanya menjadi penonton. Semua pihak diajak berpartisipasi untuk menghadirkan kemaslahatan bersama.

Teknologi untuk Kemaslahatan Manusia

Dzulqarnain kemudian membangun penghalang menggunakan besi dan tembaga yang dilelehkan. Pada zamannya, hal tersebut menunjukkan kemampuan teknis dan pemanfaatan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.

Pesannya tetap relevan hingga era modern.

Ilmu pengetahuan dan teknologi seharusnya tidak hanya menjadi simbol kemajuan atau alat untuk menunjukkan kehebatan. Teknologi harus digunakan untuk menyelesaikan masalah, melindungi manusia, dan menghadirkan manfaat bagi kehidupan.

Inovasi menjadi bernilai ketika mampu menghadirkan kemaslahatan.

Berhasil, tetapi Tetap Rendah Hati

Setelah penghalang yang kokoh itu selesai dibangun, Dzulqarnain tidak membanggakan dirinya. Ia tidak mengklaim keberhasilan tersebut semata-mata sebagai hasil kehebatannya.

Ia berkata:

“Ini adalah rahmat dari Tuhanku.”

Kalimat sederhana itu mengandung pelajaran besar tentang kerendahan hati.

Seorang pemimpin boleh memiliki kekuasaan besar. Seorang ilmuwan boleh memiliki pengetahuan tinggi. Seorang pengusaha boleh mencapai kesuksesan. Namun, semua itu tidak seharusnya melahirkan kesombongan.

Keberhasilan adalah nikmat sekaligus ujian.

Semua Kekuasaan Ada Batasnya

Sehebat apa pun penghalang yang dibangun Dzulqarnain, ia tetap menyadari bahwa bangunan tersebut tidak akan kekal selamanya. Ketika janji Allah datang, semuanya akan hancur.

Begitu pula dengan kehidupan manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *