TERITORIAL24.COM, BLITAR – Menanggapi sorotan publik terkait dugaan praktik monopoli dalam pengadaan seragam siswa baru, SMKN 1 Doko menegaskan bahwa sekolah tidak pernah mewajibkan maupun mengarahkan orang tua atau wali murid untuk membeli seragam di kios tertentu.
Kepala SMKN 1 Doko, Hari Prastowo, mengatakan pembelian seragam sepenuhnya menjadi hak dan pilihan masing-masing orang tua siswa.
Menurutnya, sekolah juga tidak memiliki kerja sama eksklusif dengan penjual mana pun dalam penyediaan seragam.
“Orang tua bebas membeli seragam di mana saja. Sekolah tidak pernah mewajibkan pembelian di kios tertentu,” tegas Hari.
Ia menjelaskan, kios yang berada di depan sekolah merupakan usaha milik masyarakat yang berdiri secara mandiri.
Karena berada di luar lingkungan sekolah, pihak sekolah tidak memiliki kewenangan untuk mengatur aktivitas usaha tersebut selama berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menanggapi perbedaan harga seragam yang menjadi sorotan, Hari menyebut hal itu dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kualitas bahan, kelengkapan paket, hingga standar jahitan yang ditawarkan masing-masing penjual. Ia juga menegaskan bahwa sekolah tidak mewajibkan siswa baru mengenakan seragam baru. Siswa diperbolehkan menggunakan seragam bekas yang masih layak pakai.
Sebelumnya, sejumlah media memberitakan adanya keluhan mengenai harga seragam yang dijual di kios depan sekolah yang dinilai lebih tinggi dibandingkan produk UMKM konveksi di Kecamatan Doko.
Salah satu tokoh masyarakat Doko, Sunarno, menyebut harga satu stel seragam di UMKM lokal berkisar Rp140 ribu, sedangkan di kios depan sekolah mencapai sekitar Rp340 ribu. Ia juga menyoroti harga paket seragam siswa baru yang disebut berkisar antara Rp1,8 juta hingga Rp2 juta.
Menanggapi berbagai sorotan tersebut, pihak SMKN 1 Doko meminta masyarakat, khususnya para orang tua dan wali murid, agar tidak terburu-buru menyimpulkan adanya praktik monopoli penjualan seragam.
Sekolah menegaskan tidak pernah mengarahkan pembelian seragam kepada penjual tertentu dan siap bersikap kooperatif serta memberikan klarifikasi apabila diperlukan.












