Profil - Sosok

Perjuangan Seorang Ayah: Jual Tape Demi Membiayai Anak Menuntut Ilmu di Pesantren

42
×

Perjuangan Seorang Ayah: Jual Tape Demi Membiayai Anak Menuntut Ilmu di Pesantren

Sebarkan artikel ini

Tempuh Perjalanan Jauh dari Lamongan ke Gresik Demi Masa Depan Sang Buah Hati

Pak Arifin, penjual tape asal Desa Gempol Padin, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, bersiap menjajakan dagangannya di kawasan Bundaran GKB Converse, Gresik. Perjalanan jauh yang ditempuh setiap hari dilakukan demi memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anaknya di pondok pesantren(Foto: Tangkapan layar video TikTok @maz.ojol.surabaya (diunggah ulang oleh Instagram @mental_juara.id).

TERITORIAL24.COM,LAMONGAN – Di balik kesibukan kawasan Bundaran GKB Converse, Kabupaten Gresik, tersimpan kisah perjuangan seorang ayah yang mengundang haru.

Pak Arifin, penjual tape asal Desa Gempol Padin, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, setiap hari rela menempuh perjalanan jauh demi mencari nafkah untuk keluarganya.

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, Pak Arifin berangkat dari kampung halamannya menggunakan bus dan angkutan umum menuju Gresik.

Perjalanan yang tidak singkat itu dijalaninya hampir setiap hari hanya untuk menjajakan tape kepada masyarakat.

Hasil Jualan Tape untuk Menghidupi Keluarga dan Biaya Pendidikan Anak

Bagi Pak Arifin, hasil penjualan tape bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dari usaha sederhana itulah ia menghidupi keluarganya sekaligus membiayai pendidikan anaknya yang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren.

Meski harus menempuh perjalanan panjang dan menghadapi berbagai tantangan, semangatnya untuk bekerja tidak pernah surut.

Dengan penuh kesabaran, ia tetap melayani pembeli dengan ramah dan senyum yang tulus, mencerminkan keteguhan hati seorang ayah yang berjuang demi masa depan anak-anaknya.

Kisah Inspiratif Mengundang Simpati Warganet

Kisah Pak Arifin kemudian menjadi perhatian warganet setelah videonya diunggah di media sosial.

Banyak yang memberikan apresiasi dan doa agar usahanya terus dimudahkan serta keluarganya selalu diberikan keberkahan.

Perjuangan Pak Arifin menjadi pengingat bahwa pengorbanan orang tua sering kali dilakukan dalam diam.

Di balik kesederhanaan seorang pedagang keliling, tersimpan tekad yang kuat untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya, meski harus mengorbankan waktu, tenaga, dan menempuh perjalanan yang panjang setiap hari.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *