Profil - Sosok

Di Balik Pengibaran Merah Putih, Ruwaida Sinaga Temukan Kehangatan Keluarga di Tanah Rantau

76
×

Di Balik Pengibaran Merah Putih, Ruwaida Sinaga Temukan Kehangatan Keluarga di Tanah Rantau

Sebarkan artikel ini

Marga Sinaga mempertemukan Ruwaida dengan seorang ibu di Desa Rambah Jaya. Sapaan “Bou” dan perhatian sederhana menjadi kenangan haru selama menjalani KKN di Rokan Hulu.

Ruwaida Sinaga merupakan salah satu mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang ditempatkan di Desa Rambah Jaya.Pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI,ia dipercaya menjadi salah satu petugas pengibar bendera(Istimewa)

TERITORIAL24.COM,ROKAN HULU– Tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Rambah Jaya, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Ruwaida Sinaga.

Di balik prosesi pengibaran bendera yang berlangsung khidmat, mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau itu menemukan kisah sederhana tentang persaudaraan dan kehangatan keluarga di tanah rantau.

Ruwaida merupakan salah satu mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang ditempatkan di Desa Rambah Jaya.

Pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, ia dipercaya menjadi salah satu petugas pengibar bendera.

Dengan langkah tegap dan penuh percaya diri, Ruwaida menjalankan tugas tersebut hingga prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih berlangsung tertib dan khidmat.

Namun, pengalaman paling berkesan baginya justru terjadi setelah upacara selesai.

Marga Sinaga Membuka Pintu Persaudaraan

Saat protokol membacakan identitas para petugas upacara, termasuk nama orang tua masing-masing, nama Ruwaida Sinaga menarik perhatian seorang ibu yang hadir sebagai tamu upacara.

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Rambah Jaya(Istimewa)

Mendengar nama “Sinaga”, ibu tersebut merasa memiliki kedekatan secara budaya. Marga Sinaga merupakan salah satu marga besar dalam masyarakat Batak yang memiliki ikatan kekerabatan yang kuat.

Usai upacara, ibu tersebut kemudian menghampiri Ruwaida.

Dengan penuh kehangatan, ia menyampaikan apresiasi atas keberanian dan dedikasi Ruwaida yang telah menjalankan tugas sebagai petugas pengibar bendera pada peringatan kemerdekaan.

“Sukses selalu ya, Nak Ruwaida Sinaga,” ucap ibu tersebut.

Perhatian sederhana itu kemudian berlanjut. Ibu tersebut memberikan uang sebesar Rp100 ribu kepada Ruwaida sebagai uang jajan.

Bagi Ruwaida, nominal tersebut bukanlah hal utama. Yang jauh lebih berarti adalah perhatian tulus dari seseorang yang sebelumnya bahkan tidak dikenalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *