Blitar Raya

Bupati Blitar Berangkatkan Bantuan Rp350 Juta untuk Korban Gempa NTT

30
×

Bupati Blitar Berangkatkan Bantuan Rp350 Juta untuk Korban Gempa NTT

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, BLITAR – Kepedulian masyarakat Kabupaten Blitar terhadap korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan melalui pengiriman bantuan kemanusiaan senilai sekitar Rp350 juta.

Bantuan tersebut diberangkatkan langsung oleh Bupati Blitar Rijanto bersama komunitas pengusaha Blitar dari halaman Kantor Pemkab Blitar, Selasa pagi (25/8/2026).

Sebanyak tiga truk dikerahkan untuk mengangkut berbagai kebutuhan pangan.

Selain itu, satu bus membawa 20 relawan BPBD Kabupaten Blitar yang akan mendampingi proses pengiriman hingga bantuan diteruskan ke wilayah terdampak.

Bantuan yang dikirim didominasi kebutuhan pangan. Total logistik terdiri dari 8.778 kilogram telur, 2.650 kilogram beras, 2.000 kilogram gula, 356,5 kilogram sambal pecel, 627 dus susu, dan 10 dus mi instan.

Telur menjadi komoditas dengan jumlah terbesar. Bantuan tersebut dihimpun dari koperasi dan pelaku usaha peternakan di Kabupaten Blitar. Sementara susu berasal dari sejumlah koperasi dan perusahaan.

Untuk komoditas gula, bantuan dihimpun dari PT SGN melalui PG Mojopanggung dan PG Ngadirejo serta PT RMI.

Beras dikumpulkan melalui Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi (Perpadi), sedangkan sambal pecel melibatkan perangkat daerah bersama pelaku UMKM Kabupaten Blitar.

Bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong berbagai elemen masyarakat. Mulai dari ASN, TNI-Polri, koperasi, pelaku usaha peternakan, produsen susu, UMKM hingga Perpadi ikut berkontribusi.

Bupati Blitar Rijanto mengatakan, pengiriman bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Blitar terhadap warga NTT yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.

“Musibah yang terjadi di NTT adalah duka kita bersama. Sudah sepatutnya kita hadir dan memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” jelas Rijanto.

Menurutnya, sebagian besar bantuan berhasil dihimpun dalam waktu relatif singkat.

Bantuan juga sengaja diprioritaskan berupa kebutuhan pangan yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *