Blitar Raya

Polres Blitar Kota Cari Titik Temu Polemik Sound Horeg

37
×

Polres Blitar Kota Cari Titik Temu Polemik Sound Horeg

Sebarkan artikel ini

BLITAR | TERITORIAL24.COM — Polemik kegiatan sound horeg atau sound carnaval di wilayah hukum Polres Blitar Kota dibahas bersama melalui audiensi yang mempertemukan aparat, pemerintah daerah, pelaku usaha, tokoh agama, TNI, UMKM dan perwakilan masyarakat.

Audiensi digelar di Ruang K3i Polres Blitar Kota, Rabu (26/8/2026) mulai pukul 14.30 WIB. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mencari solusi agar kegiatan sound carnaval tetap bisa berjalan tanpa mengganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo menegaskan, pihaknya tidak bermaksud melarang kegiatan masyarakat. Namun, setiap kegiatan harus tetap memperhatikan aturan hukum, norma agama, norma sosial, serta keamanan dan ketertiban umum.

“Kami Polres Blitar Kota pada prinsipnya hadir untuk melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan kelompok maupun kepentingan tertentu,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai aspirasi yang muncul akan menjadi bahan koordinasi dengan Pemerintah Kota Blitar, Pemerintah Kabupaten Blitar dan Forkopimda.

Ia berharap persoalan sound carnaval dapat diselesaikan melalui komunikasi sehingga menghasilkan solusi yang seimbang bagi semua pihak.

“Kita perlu mencari solusi yang berimbang atau win-win solution,” tegasnya.

Dalam audiensi, para owner sound carnaval juga menyampaikan sejumlah usulan. Salah satunya terkait pengaturan tingkat kebisingan agar dapat diukur secara objektif berdasarkan standar desibel, jarak dengan permukiman dan kapasitas perangkat sound yang digunakan.

Para pelaku usaha juga menyatakan siap membuat komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Mereka bahkan mendukung penindakan terhadap oknum yang melakukan pelanggaran, termasuk terkait peredaran minuman keras maupun hiburan yang tidak sesuai norma kesopanan.

Sementara itu, pelaku UMKM, pedagang dan pengelola parkir menilai kegiatan sound carnaval memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Kehadiran kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan penjualan dan membuka peluang usaha bagi warga di sekitar lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *