Blitar Raya

Anggaran Publikasi Pemkab Blitar 2026 Dipangkas Drastis, SMSI Soroti Komitmen Kemitraan dengan Media

274
×

Anggaran Publikasi Pemkab Blitar 2026 Dipangkas Drastis, SMSI Soroti Komitmen Kemitraan dengan Media

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, BLITAR – Kebijakan pemangkasan anggaran publikasi media di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar pada tahun 2026 menuai sorotan tajam. Dari sebelumnya sekitar Rp 1,4 miliar, anggaran publikasi kini tersisa Rp 200 juta, ditambah alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sekitar Rp 100 juta.

Isu ini mengemuka dalam forum diskusi publik yang digelar di Kampung Coklat, Kecamatan Kademangan, Selasa (17/2/2025). Forum tersebut menghadirkan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Blitar, Agung Wicaksono, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Blitar, Moh Badrodin.

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Prawoto Sadewo, menilai kebijakan tersebut tidak lagi sekadar efisiensi, melainkan sudah mengarah pada pengurangan anggaran secara ekstrem.

“Kami memahami adanya kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Namun jika melihat angka yang ada, ini lebih menyerupai pengurangan yang drastis, bukan sekadar penyesuaian,” ujarnya.

Menurut Prawoto, kebijakan ini dapat dibaca sebagai sinyal melemahnya kemitraan antara pemerintah daerah dan insan pers. Ia menyinggung peran eksekutif dan legislatif sebagai pihak yang menyusun dan mengesahkan anggaran.

“Jika ruang publikasi dipersempit sedemikian rupa, tentu publik bisa menilai sendiri sejauh mana komitmen eksekutif dan legislatif dalam membangun komunikasi yang sehat dengan media,” sambungnya.

Ia menegaskan, media tidak hanya berfungsi sebagai mitra publikasi program pemerintah, tetapi juga sebagai sarana kontrol sosial dan penyambung informasi pembangunan kepada masyarakat. Dengan alokasi yang sangat terbatas, dikhawatirkan distribusi informasi terkait pembangunan daerah menjadi tidak optimal.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Blitar, Agung Wicaksono, mengakui kondisi tersebut menimbulkan dilema di internal dinasnya.

Ia menyebut jumlah media yang bekerja sama dengan Kominfo mencapai lebih dari 100 perusahaan media.

“Kami juga menghadapi situasi yang tidak mudah. Dengan jumlah media mitra yang lebih dari 100, tentu alokasi anggaran yang tersedia saat ini sangat terbatas. Aspirasi teman-teman media akan kami sampaikan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan,” jelas Agung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *