Polhukam

‎Balap Liar di Sekitar RSU Kumpulan Pane Tebing Tinggi Resahkan Warga, Majelis Taklim Soroti Respons Aparat ‎

179
×

‎Balap Liar di Sekitar RSU Kumpulan Pane Tebing Tinggi Resahkan Warga, Majelis Taklim Soroti Respons Aparat ‎

Sebarkan artikel ini

‎Balap liar di sekitar RSU Kumpulan Pane selama Ramadhan dinilai mengganggu ketertiban dan membahayakan keselamatan warga, Majelis Taklim desak penindakan tegas aparat di Kota Tebing Tinggi

Maraknya aksi balap liar di kawasan sekitar RSU Kumpulan Pane(foto: Mus)

TERITORIAL24.COM, TEBING TINGGI-‎Kota Tebing Tinggi kembali dihadapkan pada keresahan masyarakat akibat maraknya aksi balap liar di kawasan sekitar RSU Kumpulan Pane.

Aktivitas tersebut tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga membahayakan keselamatan warga, terutama pasien dan keluarga yang membutuhkan ketenangan di lingkungan rumah sakit.

‎Ketua Majelis Taklim Persatuan Islam Kota Tebing Tinggi, Muslim Istiqomah Sinulingga, menyampaikan bahwa warga telah berulang kali mengeluhkan aktivitas tersebut. Namun, upaya penertiban dinilai belum memberikan efek jera.

‎Menurutnya, balap liar kerap terjadi pada malam hingga dini hari. Warga mengaku resah karena suara bising kendaraan serta potensi kecelakaan yang tinggi di jalan umum.

“Bolak-balik masyarakat menghubungi kami karena merasa tidak aman. Kegiatan ini sudah sangat meresahkan,” ujarnya, Sabtu(28/2/2026).

‎Ia juga menyoroti pola penanganan yang selama ini hanya bersifat sementara. “Biasanya pelaku hanya diusir. Setelah itu mereka berpindah ke lokasi lain, lalu kembali lagi. Tidak ada tindakan tegas yang membuat mereka jera,” tambahnya.

‎Beberapa hari sebelumnya, lanjutnya, warga bersama unsur masyarakat juga melakukan upaya pembubaran di kawasan Kampung Keling.

Namun kondisi serupa kembali terjadi di lokasi lain. “Tiga hari lalu di daerah Kampung Keling kami juga turun. Mereka hanya berpindah tempat,” jelasnya.

‎Selain itu, Majelis Taklim menilai respons terhadap laporan masyarakat melalui layanan darurat belum maksimal.

Warga disebut telah mencoba melapor melalui nomor 110, tetapi tidak mendapatkan tanggapan cepat.

“Masyarakat sudah melapor, tapi tidak direspons. Akhirnya kami terpaksa turun langsung mengejar pelaku. Setelah itu baru aparat datang,” katanya.

‎Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi konflik antara warga dan pelaku balap liar.

Ia menegaskan bahwa masyarakat sebenarnya tidak ingin bertindak sendiri, namun merasa perlu menjaga keamanan lingkungan.

‎Majelis Taklim Persatuan Islam Kota Tebing Tinggi mendesak aparat penegak hukum untuk meningkatkan patroli rutin, melakukan penindakan tegas, serta mengedepankan upaya preventif seperti pembinaan dan pengawasan terhadap kelompok remaja yang terlibat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *