Peristiwa

Ban Pick Up Lepas di Tol Sergai, Bus Halmahera Terguling: Empat Tewas dan 19 Luka

80
×

Ban Pick Up Lepas di Tol Sergai, Bus Halmahera Terguling: Empat Tewas dan 19 Luka

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, SERDANG BEDAGAI — Kecelakaan maut terjadi di Jalan Tol Medan–Tebing Tinggi KM 63,2 jalur B, tepatnya di Desa Sei Buluh, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Senin pagi, 11 Mei 2026. Insiden yang melibatkan satu unit mobil pick up Mitsubishi L300 dan bus penumpang Halmahera itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan 19 lainnya mengalami luka ringan.

Satuan Lalu Lintas Polres Serdang Bedagai bersama Unit Penegakan Hukum langsung melakukan olah tempat kejadian perkara setelah menerima laporan kecelakaan sekitar pukul 05.30 WIB.

Kasi Humas Polres Sergai AKP Bringin Jaya mengatakan kecelakaan bermula ketika mobil pick up L300 bernomor polisi BK 8053 EG yang dikemudikan Denes Suwandi, 36 tahun, melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan melalui jalur lambat tol.

“Diduga kendaraan pick up mengalami lepas ban kiri belakang sehingga oleng masuk ke jalur cepat dan berhenti di badan jalan,” kata Bringin Jaya dalam keterangannya.

Beberapa saat kemudian, bus Halmahera bernomor polisi BK 7347 UA yang dikemudikan Ramadhan Syahputra, 40 tahun, datang dari arah yang sama di jalur cepat dan menabrak bagian belakang mobil pick up tersebut.

Benturan keras membuat sopir bus kehilangan kendali. Bus kemudian membanting setir ke kiri, menghantam guardrail atau pembatas jalan tol, lalu keluar jalur dan terguling di sisi ruas tol. Posisi akhir bus berada terbalik dengan dua ban kanan di atas.

Sementara itu, mobil pick up terpental beberapa meter ke depan dan berhenti melintang di jalan dengan posisi dua ban kiri berada di atas.

Akibat kecelakaan tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dunia. Dua korban telah teridentifikasi masing-masing Risiani, 75 tahun, warga Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, serta Muhammad Rizky, 23 tahun, warga Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Dua korban lainnya masih berstatus Mr X.

Selain korban meninggal, sedikitnya 19 penumpang mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit berbeda, di antaranya RSU Sari Mutiara, RS Grand Medistra Lubuk Pakam, dan RSUD Amri Tambunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *