Nasional

Banjir dan Longsor Meluas di Sumatera Barat, Ribuan Warga Mengungsi

349
×

Banjir dan Longsor Meluas di Sumatera Barat, Ribuan Warga Mengungsi

Sebarkan artikel ini

Wakil Rakyat Dimana?

TERITORIAL24.COM, PADANG – Curah hujan ekstrem yang terus mengguyur Sumatera Barat sejak 22 November 2025 menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Hingga Jumat pagi, 28 November 2025, Kota Padang, Kabupaten Tanah Datar, Agam, dan Solok menjadi daerah dengan kerusakan terparah.

Ribuan rumah terendam, akses transportasi terputus, dan lebih dari empat ribu warga terpaksa mengungsi.

BPBD Sumatera Barat menyebut potensi peningkatan jumlah korban masih tinggi karena hujan belum mereda dan sejumlah aliran sungai belum surut.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas disebut sebagai pihak yang paling terdampak.

Di Kota Padang, banjir setinggi 50–200 sentimeter merendam ratusan rumah di Kecamatan Koto Tangah dan Kuranji.

Sejumlah ruas jalan juga terputus. Longsor terjadi di Lubuk Begalung dan Pauh, menutup jalan provinsi dan membuat beberapa warga terisolasi.

Di Padang Selatan dan Padang Timur, galodo merusak jembatan kecil serta fasilitas irigasi.

Data sementara mencatat sekitar 1.250 rumah terdampak, 250 hektare lahan pertanian rusak, serta sekitar 4.500 warga atau 1.200 kepala keluarga mengungsi dari wilayah Kota Padang.

Di Kabupaten Tanah Datar, banjir merendam permukiman dan lahan pertanian di Malalo.

Di Silaing, galodo merusak jalan penghubung antar-nagari sehingga akses warga terputus.

Sekitar 80 hektare lahan pertanian dan dua jembatan desa mengalami kerusakan berat. Sebanyak 210 warga atau 55 kepala keluarga mengungsi.

Di Kabupaten Agam, banjir dan galodo di Toboh merusak jalan desa dan beberapa jembatan kecil. Sekitar 90 rumah terdampak dan 60 hektare sawah serta kebun rusak. BPBD Agam bersama TNI, Polri, dan relawan telah dikerahkan ke lokasi, namun curah hujan tinggi masih menghambat penanganan.

Di Kabupaten Solok, hampir seluruh kecamatan terdampak banjir dan longsor, termasuk Kubung, Pantai Cermin, X Koto Singkarak, Junjung Sirih, dan Gunung Talang.

Pantai Cermin mencatat 97 kepala keluarga atau 383 jiwa mengungsi, dengan dua jembatan gantung rusak parah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *