Kota Medan

Basic Training LK I HMI Cabang Medan Luluskan Enam Anggota Muda Menjadi Anggota Biasa

82
×

Basic Training LK I HMI Cabang Medan Luluskan Enam Anggota Muda Menjadi Anggota Biasa

Sebarkan artikel ini

MEDAN I TERITORIAL24.COM — Basic Training Latihan Kader I (LK I) se-Lingkup Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan yang berlangsung pada 11–13 September 2026 berakhir dengan enam anggota muda dilantik menjadi anggota biasa HmI MPO , Minggu, 13 September 2026.

Pelantikan tersebut menjadi penanda berakhirnya salah satu tahapan awal perkaderan HmI MPO sekaligus awal bagi para kader untuk melanjutkan proses belajar, berorganisasi, dan mengembangkan kapasitas diri.

Enam anggota muda yang mengikuti rangkaian Basic Training LK I dinyatakan memenuhi tahapan perkaderan dan kemudian dilantik menjadi anggota biasa. Salah satunya adalah Aulia Akbar Siregar.

Selama kegiatan, para peserta mengikuti berbagai materi dan diskusi yang diarahkan untuk membangun kemampuan berpikir kritis, memahami nilai-nilai keislaman dan perjuangan HmI, serta merespons berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Formatur HMI Cabang Medan, Aditya, mengatakan status sebagai anggota biasa bukan merupakan akhir dari proses perkaderan. Menurut dia, pelantikan justru menjadi awal perjalanan panjang bagi kader untuk terus belajar dan memberikan kontribusi.

“Basic Training ini bukan akhir dari proses. Ini justru menjadi awal perjalanan yang panjang bagi kader untuk terus belajar, berproses, dan memberikan kontribusi,” ujar Aditya.

Ia mengatakan HMI membutuhkan kader yang tidak hanya memahami nilai-nilai organisasi, tetapi juga memiliki keberanian untuk membaca persoalan, menyampaikan gagasan, serta mencari solusi terhadap berbagai persoalan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Menurut Aditya, proses perkaderan juga menjadi ruang untuk membangun tradisi intelektual dan mempertemukan kader dengan berbagai latar belakang pemikiran serta pengalaman.

“Setelah dinyatakan sebagai anggota biasa, tanggung jawab kader semakin besar. Mereka harus mampu mengembangkan kapasitas diri, memperkuat pemahaman keislaman dan keilmuan, serta berani mengambil peran,” katanya.

Dalam Basic Training LK I tersebut, peserta didorong untuk tidak hanya mampu berpikir kritis, tetapi juga memiliki kemampuan problem solving. Kemampuan tersebut dinilai penting agar kader dapat merespons perkembangan zaman secara rasional dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *