Kenangan tersebut diperkuat oleh kisah Ust. Sukamto tentang nasihat gurunya saat hendak menikah.
Sang guru berpesan bahwa yang terpenting bukan sekadar pilihan pasangan, melainkan kesetaraan dalam iman, perjuangan, dan visi dakwah.
Nasihat itu menjadi fondasi keluarga yang kokoh. Kini, putra sulungnya berhasil diterima di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Keberhasilan tersebut melanjutkan jejak sejumlah tokoh dakwah Pelalawan yang pernah menimba ilmu di Timur Tengah dan kemudian kembali mengabdi kepada umat.
FGD Bedah Buku Gelombang Dakwah di Negeri Bertuah bukan sekadar agenda peluncuran sebuah karya tulis.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa dakwah yang dijalankan dengan keikhlasan, kesabaran, dan pembinaan yang berkesinambungan akan melahirkan perubahan nyata.
Dari masjid, dari desa, dan dari hati-hati yang terus bergerak, gelombang dakwah akan senantiasa hidup, menguatkan umat, serta menebarkan rahmat bagi negeri.***












