TERITORIAL24.COM, BLITAR – Di tengah gempuran zaman dan derasnya arus modernisasi, warga Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, tetap setia memelihara warisan leluhur, Sabtu malam, 10 Mei 2025.
Desa ini kembali menggelar tradisi Bersih Desa, sebuah ritus tahunan yang memadukan rasa syukur, pelestarian budaya, dan semangat gotong royong.
Ratusan warga memadati area RTP Wijaya Ndaru, tempat berlangsungnya Pagelaran Seni Jaranan, yang menjadi puncak perayaan.
Dua kelompok kesenian lokal, Turonggo Mudo Original dan Trisno Budoyo, tampil memukau dengan atraksi khas Jawa yang sarat nilai spiritual dan magis.
Kepala Desa Darungan, Nanda Septian Dwi Cahyono, mengatakan Bersih Desa bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum sakral untuk mensyukuri hasil panen dan rezeki setahun terakhir.
“Ini penghormatan kepada leluhur, alam, dan Tuhan. Kita bersihkan desa bukan hanya secara fisik, tapi juga batiniah,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi, melibatkan seluruh lapisan warga dari anak-anak hingga orang tua.
Selain pertunjukan seni, warga juga melaksanakan bersih-bersih lingkungan dan doa bersama sebagai bentuk spiritualitas kolektif.
Nanda menekankan pentingnya menjaga kesinambungan tradisi sebagai pilar harmoni desa.
“Nilai agama, adat, dan budaya harus tetap hidup di tengah masyarakat,” katanya.
Meski tradisi ini telah berlangsung turun-temurun, gaungnya tak luntur ditelan waktu.
Sebaliknya, semangat muda semakin memberi nyawa pada tradisi tua.
Bersih Desa Darungan menjadi bukti bahwa budaya lokal masih berdenyut kuat di jantung masyarakat desa.(Didik)












