TERITORIAL24.COM,BANGKOK-Satu babak drama kriminal Asia akhirnya runtuh. Seperti dilansir dari Reuters, pria yang selama ini disebut-sebut sebagai “otak” jaringan judi online raksasa di Asia akhirnya diekstradisi Thailand ke China, Minggu(16/11/2025).
Jumlah uang yang diputar? Jangan kaget — lebih dari 2,7 triliun yuan, atau sekitar Rp 6.349 triliun. Angka yang membuat banyak negara serasa jadi startup kecil.
Tersangka yang sempat bermain petak umpet hampir dua tahun ini akhirnya tersudut setelah pengadilan banding Thailand menolak permohonan hukumnya.
Jalan pulang menuju Beijing pun terbuka lebar — mau tak mau, siap tak siap.
Menurut Reuters, pria ini tidak main-main. Ia diduga mengendalikan ratusan situs judi dari beberapa negara Asia Tenggara.
Myanmar ada, Kamboja ada. Semua dijalin dengan rapi seperti jaring laba-laba yang percaya diri tak akan pernah tersentuh hukum.
Ribuan operator disebut ikut terlibat, sementara uang mengalir begitu deras hingga harus dibagi dalam beberapa lapis kanal keuangan agar tidak terendus.
Namun sebesar apa pun trik yang dimainkan, hukum tetap punya cara mengejar.
Otoritas China kini menahan tersangka dan memulai pemeriksaan yang kabarnya akan menguliti satu per satu jejak transaksi dan kaki tangan yang tersisa.
Ibarat efek domino, satu jatuh, sisanya bisa menyusul.
Kasus ini bukan sekadar penangkapan, tetapi tamparan keras bagi sindikat judi online yang merasa Asia Tenggara adalah taman bermain mereka.
Ketika uang sebesar itu berpindah-pindah, pasti ada yang goyah. Dan kali ini, sang “bos besar” yang goyah duluan.***












