Bisnis dan Teknologi

BRT Mebidang Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Gunakan Bus Listrik

262
×

BRT Mebidang Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Gunakan Bus Listrik

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan layanan Bus Rapid Transit (BRT) untuk kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang mulai beroperasi pada 2026.

Moda transportasi massal tersebut direncanakan menggunakan bus listrik melalui kerja sama dengan mitra dari Tiongkok.

Sistem transportasi yang dikenal sebagai BRT Mebidang itu akan melayani 12 koridor pada tahap awal operasional. Sepuluh koridor berada di wilayah Medan, sedangkan dua koridor lainnya mencakup wilayah aglomerasi Mebidang.

Dua koridor yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara adalah rute Binjai–Medan–Carrefour serta Lubuk Pakam–Amplas–Simpang Pelangi.

Pengelolaan koridor tersebut dilakukan oleh pemerintah provinsi bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Sekretaris Dinas Perhubungan Sumatera Utara Rochani Litiloly mengatakan pengoperasian BRT diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan sekaligus menekan emisi kendaraan di kawasan perkotaan.

“Ini bertujuan untuk mengurangi emisi dan penggunaan kendaraan pribadi karena di daerah kita penggunaan kendaraan pribadi terus meningkat. Itu karena transportasi umumnya masih minim. Mudah-mudahan bisa kita nikmati tahun ini,” kata Rochani dalam konferensi pers di kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat, 6 Maret 2026.

Menurut Rochani, pemerintah saat ini masih menyusun kebutuhan detail proyek, termasuk jumlah armada bus listrik yang akan digunakan serta pembangunan depo pengisian daya.

Perubahan rencana koridor juga mempengaruhi perhitungan kebutuhan armada.

Ia menjelaskan, rencana awal pengembangan BRT sempat mencakup 17 koridor, kemudian berubah menjadi 14 dan kini dirumuskan menjadi 12 koridor pada tahap awal.

“Jumlah koridor akan menentukan jumlah bus dan depo yang dibutuhkan. Setelah kontrak selesai, proses pemesanan bus listrik diperkirakan memerlukan waktu sekitar lima bulan karena bus ini didatangkan dalam bentuk build up,” ujarnya.

Tenaga Ahli Dinas Perhubungan Sumatera Utara Darwin Purba mengatakan sistem BRT yang dirancang akan mengadopsi konsep integrasi transportasi seperti yang diterapkan dalam program JakLingko di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *