Menurut Darwin, bus BRT akan beroperasi di jalur khusus sehingga waktu tempuh lebih cepat dibandingkan angkutan umum biasa.
Sementara itu, angkutan kota yang sudah ada diharapkan dapat berfungsi sebagai pengumpan atau feeder menuju koridor BRT.
“BRT memiliki jalur khusus seperti Transjakarta sehingga bisa lebih cepat. Angkot yang ada diharapkan menjadi feeder menuju BRT sehingga seluruh sistem transportasi dapat terintegrasi,” kata Darwin.(Anggi)












