TERITORIAL24.COM, MEDAN – Kehadiran Wakil Wali Kota Medan, H Zakiyuddin Harahap, dalam acara buka puasa bersama keluarga besar Yayasan Perguruan Husni Thamrin di halaman sekolah, Jalan Galang, Kecamatan Medan Perjuangan, Sabtu (15/3/25), menambah suasana haru, akrab, dan penuh kekeluargaan.
Sebagai alumni SMA Husni Thamrin angkatan 92, Zakiyuddin merasa bersyukur bisa kembali berkumpul dengan jajaran Yayasan, para guru, alumni, serta para siswa yang masih menuntut ilmu di sekolah tersebut.
Dalam sambutannya, Zakiyuddin menegaskan pentingnya pertemuan ini sebagai momentum silaturahmi antara guru, alumni, dan para siswa.
Menurut Zakiyuddin, Perguruan Husni Thamrin saat ini sangat berbeda dibandingkan saat dirinya masih sekolah di sana.
Ia mengenang masa lalu ketika sekolah ini menjadi pilihan utama dan dikenal dengan grup marching band-nya.
“Saya sangat bersyukur dapat datang kembali ke sekolah Husni Thamrin. Besar harapan saya, sekolah ini dapat kembali eksis dan berjaya seperti dahulu,” ujarnya.
Zakiyuddin juga mengingatkan pentingnya kualitas pendidikan untuk menjadikan Husni Thamrin sebagai sekolah unggulan.
Ia berharap para siswa yang tamat dari sekolah ini dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Indonesia (UI), atau Institut Teknologi Bandung (ITB), sehingga sekolah ini dapat kembali mendapatkan pengakuan sebagai sekolah unggulan.
“Tantangan saat ini adalah banyaknya sekolah baru dengan program dan fasilitas yang sangat mendukung proses belajar mengajar. Namun, fasilitas di Husni Thamrin juga sudah sangat memadai dengan laboratorium yang lengkap di setiap jenjangnya,” tambah Zakiyuddin.
Koordinator Yayasan Perguruan Husni Thamrin, Johan Intan, dalam kesempatan itu juga merasa bangga atas kehadiran Wakil Wali Kota Medan yang merupakan alumni sekolah tersebut.
Ia berharap kehadiran Zakiyuddin dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi siswa-siswi Husni Thamrin.
“Sekolah Husni Thamrin yang sudah berdiri sejak 1953 ini bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai adat dan moral,” ujar Johan.












