Nasional

Bupati Sergai Hadiri Rakor Penguatan Sinergi KPK dan Pemda untuk Pemberantasan Korupsi

510
×

Bupati Sergai Hadiri Rakor Penguatan Sinergi KPK dan Pemda untuk Pemberantasan Korupsi

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, JAKARTA – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya menghadiri Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi Kolaborasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pemerintah Daerah dalam rangka pemberantasan korupsi di wilayah I.

Acara ini digelar di Aula Bhineka Tunggal Ika, Lantai 16, Gedung Merah Putih KPK RI, Jakarta, Senin (28/4/2025).

Dalam keterangannya, Darma Wijaya menyampaikan bahwa rapat ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan komunikasi antara KPK dan pemerintah daerah guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

“Koordinasi ini diharapkan bisa melahirkan solusi bersama untuk mengatasi praktik korupsi serta membangun komitmen kolektif antara KPK dan pemerintah daerah,” ujar Darma Wijaya yang akrab disapa Bang Wiwik.

Bupati Sergai juga diberi kesempatan menyampaikan pandangan soal pemberantasan korupsi di daerah.

Ia menjelaskan bahwa Pemkab Sergai telah melakukan berbagai langkah preventif, seperti menerapkan sistem pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas, serta menyediakan layanan publik yang bebas dari praktik korupsi.

Menurutnya, Kabupaten Sergai juga telah menerapkan sistem merit secara optimal dan meraih penghargaan sebagai daerah terbaik di Sumatera Utara dalam hal pelayanan publik.

“Kami juga membuka saluran pengaduan melalui portal lapor.go.id, situs resmi pemerintah daerah, serta loket pengaduan di Inspektorat,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pemkab Sergai secara aktif melakukan sosialisasi anti korupsi melalui Satgas Saber Pungli yang menyasar sekolah, puskesmas, unit pelayanan publik, hingga pemerintah desa. Sosialisasi juga digelar setiap peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia.

Darma Wijaya menambahkan bahwa dialog kinerja rutin digelar setiap bulan guna memastikan program berjalan tepat sasaran dan efisien.

Ia juga menyebut pentingnya kearifan lokal sebagai media komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, seperti pengajian MTMD, Safari Salat Jumat, Safari Ramadan, dan Safari Natal.

“Melalui kegiatan keagamaan ini, masyarakat tidak hanya mendapat pembinaan spiritual, tapi juga informasi pembangunan serta ruang menyampaikan aspirasi dan aduan secara langsung,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *