Berita Utama

Dari Loket ke Genggaman, 81 Tahun KAI Sumut Ikuti Perubahan Cara Masyarakat Bepergian

138
×

Dari Loket ke Genggaman, 81 Tahun KAI Sumut Ikuti Perubahan Cara Masyarakat Bepergian

Sebarkan artikel ini

MEDAN I TERITORIAL24.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat pergeseran signifikan dalam pola transaksi pengguna jasa.

Masyarakat Sumatera Utara kini semakin terbiasa merencanakan perjalanan kereta api melalui ponsel pintar, seiring berkembangnya layanan digital yang memungkinkan pemesanan tiket hingga pengelolaan perjalanan dilakukan tanpa harus datang ke loket stasiun.

Kondisi tersebut tercermin dari transaksi tiket melalui aplikasi Access by KAI di wilayah KAI Divre I Sumatera Utara. Sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, total pelanggan yang menggunakan Access by KAI untuk memesan tiket mencapai 1.495.795 orang atau setara 80 persen dari total 1.857.108 pelanggan yang dilayani.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan bahwa peningkatan jumlah pengguna aplikasi digital ini sejalan dengan komitmen KAI untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern.

“Sejak pertama kali aplikasi ini hadir dengan nama KAI Access pada tahun 2014 dan kemudian terus berkembang hingga menjadi Access by KAI seperti sekarang, peminat dan penggunanya terus bertambah seiring dengan berbagai fitur dan kemudahan yang dihadirkan,” ujar Anwar.

Melalui aplikasi Access by KAI, pelanggan dapat melakukan berbagai hal secara praktis mulai dari pembelian tiket, melihat jadwal perjalanan, memilih tempat duduk, memperoleh informasi perjalanan, menggunakan fitur Trip Planner, hingga mengakses berbagai layanan pendukung perjalanan lainnya.

Di samping itu, aplikasi ini juga dilengkapi fitur female seat map yang memungkinkan pelanggan perempuan memilih teman duduk dengan penanda warna berbeda, guna meningkatkan rasa aman dan mengantisipasi potensi tindak kejahatan seksual.

Tersedia pula fitur live tracking untuk memantau posisi terkini kereta api, sehingga pelanggan dapat merencanakan kelanjutan perjalanannya dengan lebih akurat.

“Digitalisasi tidak lagi berhenti pada pemindahan loket ke layar ponsel, tetapi mulai mengubah keseluruhan proses perjalanan pelanggan. Bagi pelanggan, perubahan tersebut membuat proses merencanakan perjalanan dapat dilakukan sebelum berangkat ke stasiun,” jelas Anwar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *