Berita Utama

Dari Timbang Langkat ke Binjai: Kereta Api yang Membentuk Kota dan Mobilitas Masyarakat

84
×

Dari Timbang Langkat ke Binjai: Kereta Api yang Membentuk Kota dan Mobilitas Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Kini, Stasiun Binjai memiliki peran yang lebih strategis sebagai pendukung utama mobilitas harian masyarakat. Hal ini didukung oleh hadirnya kereta api lokal KA Srilelawangsa yang dikelola oleh anak usaha KAI, yakni KAI Bandara. Dengan tarif terjangkau sebesar Rp5.000, warga sekitar Kota Binjai yang bekerja, menuntut ilmu, maupun memiliki usaha di Medan dapat menggunakannya untuk transportasi harian.

Tingginya antusiasme warga terlihat dari catatan volume harian tertinggi di Stasiun Binjai yang mencapai 9.985 penumpang pada hari kerja dan 9.730 penumpang pada akhir pekan.

Pergerakan harian ini juga tecermin dari penggunaan fasilitas parkir. Stasiun Binjai memiliki daya tampung area parkir sebanyak 400 sepeda motor dan 35 mobil.

Data dari KAI Services, anak usaha KAI yang mengelola parkir di kawasan Stasiun Binjai, mencatat bahwa pada hari kerja, angka tertinggi kendaraan yang parkir mencapai 600 sepeda motor dan 89 mobil.

Sebaliknya, pada akhir pekan, jumlah pengguna fasilitas parkir mengalami penurunan drastis.

“Dari kedua data tersebut menunjukkan bahwa peran Stasiun Binjai yang sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya ini telah bergeser, dari dulunya melayani angkutan perkebunan, sekarang telah beralih fungsi menjadi pendukung mobilitas harian masyarakat Kota Binjai,” terang Anwar.

Anwar mengatakan bahwa, kereta api mengambil peran penting dalam sejarah perkembangan Kota Binjai. Perjalanan sejarah Stasiun Binjai adalah bukti bagaimana kereta api tidak hanya hadir sebagai saksi pembangunan, tetapi juga sebagai motor penggerak transformasi kawasan dari wilayah perkebunan menjadi pusat perkotaan yang dinamis.

”KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian nilai sejarah dan cagar budaya Stasiun Binjai, sekaligus mengoptimalkan keandalan layanannya demi mendukung mobilitas harian masyarakat serta memperkuat konektivitas ekonomi wilayah Sumatera Utara secara berkelanjutan,” pungkas Anwar.(Anggi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *