TERITORIAL24.COM,DOHA – Delegasi Hamas yang sedang berada di ibu kota Qatar, Doha, dikabarkan selamat dari serangan udara Israel pada 9 September 2025.
Serangan tersebut menargetkan pertemuan penting antara pimpinan Hamas, namun beberapa tokoh utama berhasil lolos dari maut.
Seperti dilansir dari Reuters, meskipun pimpinan Hamas selamat, serangan itu tetap memakan korban jiwa.
Sejumlah staf pendukung tewas, termasuk seorang petugas keamanan asal Qatar.
Insiden ini langsung memicu kemarahan pemerintah Qatar yang menilai tindakan Israel sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara sekaligus ancaman terhadap proses mediasi perdamaian di kawasan.
Israel menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut. Seorang pejabat Israel menyatakan, jika para pemimpin Hamas berhasil lolos kali ini, mereka akan kembali menjadi target dalam serangan berikutnya.
Qatar, yang selama ini berperan sebagai mediator dalam gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Menegaskan bahwa keberadaan kantor Hamas di Doha hanya bertujuan mendukung proses diplomasi, bukan untuk memberikan dukungan terhadap kekerasan.
Serangan di Doha ini menambah ketegangan politik di Timur Tengah, terutama ketika dunia internasional tengah berupaya mencari solusi damai untuk konflik berkepanjangan antara Israel dan Hamas.***












