TERITORIAL24.COM, DELI SERDANG— Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution melantik enam pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut, Jumat, 11 Juli 2025.
Dalam pelantikan yang berlangsung di Gedung Serbaguna VIP Bandara Internasional Kualanamu itu, Bobby kembali menekankan pentingnya loyalitas—sebuah pesan yang muncul di tengah sorotan publik atas dugaan kasus korupsi yang menyeret orang dekatnya.
“Loyal kepada masyarakat yang pertama, lalu keluarga, dan terakhir kepada pimpinan,” ujar Bobby dalam sambutannya, disaksikan para kepala OPD, pejabat Pemkab/Pemko, dan keluarga pejabat yang dilantik.
Enam pejabat yang dilantik antara lain Heri Wahyudi Marpaung sebagai Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Timur Tumanggor sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Yuda Pratiwi Setiawan sebagai Kadis Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agustinus sebagai Kepala BPSDM, dan Yuliani Siregar sebagai Kadis Ketenagakerjaan.
Penekanan Bobby soal loyalitas tak lepas dari konteks politik yang membayangi pemerintahan saat ini.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap pejabat provinsi dan kontraktor disusul kemudian salah satu pejabat kabupaten di Sumut.
KPK telah menetapkan lima orang tersangka salah satunya Kadis PUPR Topan Obaja Ginting alias TOP, terkait proyek infrastruktur daerah yang berada dalam lingkup kewenangan provinsi.
Di tengah pusaran kasus itu, pesan tentang loyalitas pimpinan justru menimbulkan tafsir ganda.
Ketua Forum Transparansi Anggaran untuk Sumut (FITRA), Yenni Rambe mengatakan bahwa loyalitas kepada pimpinan bisa menjadi pisau bermata dua jika tidak diiringi dengan transparansi dan integritas.
“Dalam iklim birokrasi yang rawan konflik kepentingan, loyalitas semestinya diarahkan sepenuhnya pada publik, bukan sekadar relasi vertikal,” ujarnya melalui aplikasi WhatsApp.
Kembali ke soal pelantikan, Bobby juga memberi perhatian khusus kepada pejabat yang mengelola dana dan sektor strategis.












