TULUNGAGUNG I TERITORIAL24.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung menjadi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan alokasi terbesar Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026.
Dari total DBHCHT Kabupaten Tulungagung sebesar Rp22.161.816.000, Dinkes mendapatkan alokasi Rp12.125.361.000. Porsi tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan OPD lainnya dan menunjukkan besarnya perhatian pemerintah daerah terhadap sektor kesehatan dalam pemanfaatan dana DBHCHT.
Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Nurul Kusuma Ningrum, S.KM. mengatakan anggaran DBHCHT yang dikelola Dinkes digunakan untuk mendukung pembiayaan kesehatan masyarakat. Salah satu pemanfaatan utamanya yakni pembiayaan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat Tulungagung.
“Anggaran DBHCHT di Dinas Kesehatan diperuntukkan untuk pembiayaan kesehatan, dengan mendaftarkan masyarakat Tulungagung dalam kepesertaan JKN pada segmen PBPU BP, yaitu Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja,” terang Nurul.
Dengan alokasi lebih dari Rp12 miliar, Dinkes menjadi penerima porsi terbesar dari DBHCHT Tulungagung 2026. Anggaran tersebut diarahkan untuk memastikan masyarakat yang menjadi sasaran program mendapatkan akses perlindungan jaminan kesehatan melalui kepesertaan JKN.
Dari sisi pelaksanaan anggaran, realisasi DBHCHT secara umum pada semester pertama masih cenderung belum maksimal. Namun, di Dinkes Kabupaten Tulungagung, realisasi anggaran hingga September 2026 telah mencapai sekitar 50 persen.
Capaian tersebut menjadi bagian dari proses pelaksanaan program pembiayaan kesehatan yang bersumber dari DBHCHT. Dengan nilai anggaran yang cukup besar, Dinkes dituntut memastikan penggunaan dana berjalan sesuai peruntukan dan ketentuan yang berlaku.
“Pembiayaan kesehatan ini salah satunya untuk kepesertaan JKN masyarakat Tulungagung,” tambah Nurul.
Alokasi DBHCHT yang diterima Dinkes pada 2026 juga menjadi perhatian karena secara keseluruhan dana DBHCHT Tulungagung tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat efektivitas pemanfaatan anggaran menjadi semakin penting.












